Evert Sompotan (54), warga Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang diketahui merupakan pelatih tarian maengket, meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit karena terjatuh pada saat sementara pementasan tarian maengket di Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Kaum Ibu (W/KI) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Desa Pakuure III, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sabtu 23 November 2019.
Evert Sompotan (54), warga Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang diketahui merupakan pelatih tarian maengket, meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit karena terjatuh pada saat sementara pementasan tarian maengket di Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Kaum Ibu (W/KI) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Desa Pakuure III, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sabtu 23 November 2019.

Di Pementasan Maengket, Evert Tiba-tiba Jatuh

AMURANG, publikreport.com – Hajatan akbar Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Kaum Ibu (W/KI) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Desa Pakuure III, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu 23 November 2019, gempar. Heboh dan kaget karena disela lomba tarian maengket, tiba-tiba salah seorang lelaki pemukul tambor, terjatuh dan meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Lelaki tersebut terindentifikasi bernama Evert Sompotan (54), warga Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon.

Selang beberapa menit pementasan tarian maengket, tiba-tiba Evert terjatuh ke lantai panggung. Panitia dan masyarakat sekitar langsung berupaya memberikan pertolongan, mengangkat korban dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Minsel untuk mendapatkan perawatan medis. Namun dalam perjalanan ke rumah sakit, Evert menghembuskan napas terakhirnya,” jelas Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tenga, Ronald Mawuntu.

Berdasarkan keterangan saksi yang adalah rekan korban, menurut Ronald, Evert sudah sebulan terakhir melatih tim tari maengket Jemaat GMIM Sentrum Manado.

Dugaan kuat korban meninggal dunia karena kelelahan,” ujarnya, seraya menambahkan, keluarga korban sudah menyatakan penolakan untuk dilakukan otopsi, dengan alasan telah menerima peristiwa sebagai kehendak Tuhan.

Leave a Reply