Tim Khusus (Timsus) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Talaud mengamankan seorang lelaki berinisial YL alias Yakobus (33), warga Desa Rae, Kecamatan Beo Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu 04 Desember 2019. Yakobus ditangkap karena mengamuk sambil membawa tombak dan pisau pada proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkada) yang sementara berlangsung di desanya.
Tim Khusus (Timsus) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Talaud mengamankan seorang lelaki berinisial YL alias Yakobus (33), warga Desa Rae, Kecamatan Beo Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu 04 Desember 2019. Yakobus ditangkap karena mengamuk sambil membawa tombak dan pisau pada proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkada) yang sementara berlangsung di desanya.

Di Pilkades, Yakobus Mengamuk Sambil Membawa Tombak dan Pisau

KRIMINALITAS

MELONGUANE, publikreport.com – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Rae, Kecamatan Beo Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang sementara berlangsung, Rabu 04 Desember 2019, tiba-tiba dihebohkan dengan mengamuknya seorang lelaki berinisial YL alias Jakobus (33), warga setempat. Yakobus mengamuk sambil menenteng senjata tajam (sajam).

Aksi Yakobus terhenti setelah Tim Khusus (Timsus) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Talaud meringkusnya.

YL saat itu membawa tombak dan pisau, lalu membuat keributan. Pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Kepulauan Talaud, Inspektur Satu (Iptu) Muhammad Maulana Mi’raj.

Aksi nekad itu dilakukan—dari pengakuan Yakobus, menurut Maulana, karena dia kecewa isterinya tidak diikutsertakan pada Pilkades. Sehingga melampiaskan amarahnya dengan membuat keributan. Informasi diperoleh polisi, istri YL masih menggunakan KTP (Kartu Tanda Penduduk) model lama.

Aksi protes yang dilakukan YL ini tidak wajar bahkan mengancam keselamatan orang lain serta mengganggu keamanan, khususnya dalam proses Pilkades,” jelasnya.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kepulauan Talaud, Komisaris Polisi (Kompol) Dikson Malensang mengaku sangat menyesalkan adanya kejadian seperti itu. Masyarakat diajaknya untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan proses Pilkades dengan cara turut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

Protes itu ada tempatnya. Jangan anarkis apalagi mengancam keselamatan orang lain. Mari kita tetap menciptakan sekaligus menjaga situasi yang aman dan kondusif, baik sebelum, saat maupun setelah Pilkades,” imbaunya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply