Seorang lelaki berinisial AA alias Edu (25), warga Desa Bengel, Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ditangkap polisi karena melakukan keributan dan dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap warga lainnya.
Seorang lelaki berinisial AA alias Edu (25), warga Desa Bengel, Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ditangkap polisi karena melakukan keributan dan dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap warga lainnya.

Protes Hasil Pilkades, Edu Buat Keributan dan Tindak Pidana

KRIMINALITAS

MELONGUANE, publikreport.com – Seorang lelaki berinisial AA alias Edu (25), warga Desa Bengel, Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ditangkap polisi karena melakukan keributan dan dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap warga lainnya. Aksi tersebut dilakukan Edu, disinyalir sebagai bentuk protes karena dirinya tidak puas terhadap hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Beo, Inspektur Dua (Ipda) Johan Atang mengatakan, selain membuat keributan tersangka Edu juga telah menganiaya warga lainnya, berinisial RA alias Robby (41).

Pelaku telah melakukan penganiayaan kepada korban RA dengan menggunakan tinjunya mengakibatkan korban mengalami luka sobek di bagian pelipis mata sebelah kiri dan luka lebam pada mata kiri korban,” kata Johan Sabtu 07 Desember 2019.

Dari keterangan pelaku, Johan mengatkan, perbuatan itu dilakukan karena tidak puas dengan hasil Pilkades. Tersangka mengaku merupakan pendukung salah satu pasangan calon yang tidak terpilih.

Tersangka adalah pendukung salah satu calon kepala desa yang pada pemilihan tidak lolos sebagai pemenang. Dia stres dengan kekalahan dan mengkonsumsi minuman keras (miras),” jelasnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply