Pembukaan secara fungsional Manado-Bitung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Steven OE Kandouw, Jumat 20 Desember 2019, yang dihadiri, antaranya Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Manado-Bitung, George Manurung, Kepala BPJN XV Wilayah SulutGo (Sulawesi Utara dan Gorontalo), Triono Junoasmono, Asisten II Setdaprov Sulut, Praseno Hadi, CEO BNI 46, Dandi Sjamsudin, Pimpinan Cabang BRI Boulevard, Kurniawan Prihatmaka dan jajaran Bank SulutGo.
Pembukaan secara fungsional Manado-Bitung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Steven OE Kandouw, Jumat 20 Desember 2019, yang dihadiri, antaranya Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Manado-Bitung, George Manurung, Kepala BPJN XV Wilayah SulutGo (Sulawesi Utara dan Gorontalo), Triono Junoasmono, Asisten II Setdaprov Sulut, Praseno Hadi, CEO BNI 46, Dandi Sjamsudin, Pimpinan Cabang BRI Boulevard, Kurniawan Prihatmaka dan jajaran Bank SulutGo.

Jalan Tol Manado-Bitung Dibuka

MANADO, publikreport.com – Jelang Natal dan Tahun Baru, Jalan Tol Manado-Bitung, Jumat 20 Desember 2019, mulai beroperasi secara fungsional. Pembukaan jalan tol secara fungsional ini untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.

Puji Tuhan. pihak BPJN (Badan Pelaksana Jalan Nasional) dan Jasa Marga memberikan hadiah khusus untuk masyarakat Sulut di Natal dan Tahun Baru ini penggunaan secara fungsional Jalan Tol Manado-Bitung,” kata Steven usai membuka secara resmi penggunaan fungsional JalanTol Manado-Bitung, Jumat 20 Desember 2019.

Ruas tol yang dimanfaatkan ini difungsikan dari dua arah dan hanya untuk kendaraan kecil, sementara bus dan truk tidak diizinkan melintas.

Kendaraan yang dari arah Manado menuju Bitung, dapat masuk melalui Manado dan keluar di Airmadidi, sementara ketika masuk dari Airmadidi keluar di Manado. Selanjutnya, dari Bitung menuju Manado, masuk dari Manembo-Nembo bisa keluar di Airmadidi dan Manado.

Ini merupakan secara sejarah baru bagi kita masyarakat Sulut yang sudah lama mendambakan jalan tol. Hari ini kita fungsikan. Tentu saja multiplier effectnya kan banyak, tak perlu disebutkan juga semua sudah tahu,” ujarnya.

Kepada para pengguna jalan tol, Steven berpesan, supaya tidak ngebut dan tetap pada kecepatan maksimal 80 kilometer per jam.

Meski relatif baru, tapi regulasi sudah ada. Kultur masyarakat juga harus menyesuaikan. Baik penggunanya maupun masyarakat yang dilalui tol ini. Karena ini tidak bisa lalu lalang dan ternak-ternak juga. Tapi saya yakin masyarakat Sulut dapat cepat bersosialisasi dengan gaya hidup baru. Agar supaya masyarakat yang kerja di Bitung atau di Manado bisa gunakan jalan ini,” jelasnya.

Leave a Reply