Ilustrasi eceng gondok di Danau Tondano yang berada di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Ilustrasi eceng gondok di Danau Tondano yang berada di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Positif dan Negatif Tumbuhan Eceng Gondok

Eceng Gondok adalah jenis tumbuhan air mengapung yang biasa hidup di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air lambat, danau, tempat penampungan air, dan sungai.

Tumbuhan eceng gondok sering dianggap gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Akan tetapi di sisi lain kehadirannya justru bisa dimanfaatkan untuk mengatasi polutan sungai.

Eceng gondok punya tinggi sekitar 0,4-0,8 meter dan tidak mempunyai batang, daunnya berbentuk oval, daunnya licin berwarna hijau.

Selain itu, bunga eceng gondok termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Mempunyai biji berbentuk bulat dan berwarna hitam. Sedangkan buahnya kotak berwarna hijau, dan akarnya yang serabut.

Dampak Negatif Eceng Gondok

1. Mengurangi Jumlah Oksigen dalam Air

Karena pertumbuhan yang begitu cepat tumbuhan ini bisa menutupi seluruh perairan, akibatnya jumlah cahaya yang masuk ke dalam air akan semakin berkurang dan tingkat kelarutan oksigen pun akan berkurang.

 2. Perairan Menjadi Dangkal

Eceng gondok juga bisa merusak lingkungan di sekitar dan menjadi penyebab kedangkalan karena eceng gondok yang sudah mati akan menumpuk sedikit demi sedikit ke permukaan, sehingga seiring berjalannya waktu perairan akan menjadi dangkal.

3. Mengurangi Jumlah Air

Jika tidak benar-benar di atasi dengan tepat, tumbuhan eceng gondok ini bisa menyebar hingga ke seluruh permukaan air. Dengan begitu akan menyebabkan evapotranspirasi yang berarti jumlah kehilangan air akan bertambah akibat pertumbuhan eceng gondok yang begitu cepat dan memiliki daun yang lebar.

Leave a Reply