Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 20 ribu watt di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dikembangkan sejak 2010 oleh salah satu dosen Politeknik Negeri Manado, dengan anggaran sekitar Rp750 juta, Jumat 17 Januari 2020, diresmikan Menteri Riset dan Teknologi (Ristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro didampingi Bupati Kabupaten Minut, Vonnie Anneke Panambunan.
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 20 ribu watt di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dikembangkan sejak 2010 oleh salah satu dosen Politeknik Negeri Manado, dengan anggaran sekitar Rp750 juta, Jumat 17 Januari 2020, diresmikan Menteri Riset dan Teknologi (Ristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro didampingi Bupati Kabupaten Minut, Vonnie Anneke Panambunan.

Pembangkit Listrik di Desa Tatelu Diresmikan Menteri

AIRMADIDI, publikreport.com – Menteri Riset dan Teknologi (Ristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro, Jumat 17 Januari 2020, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 20 ribu watt di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pembangkit listrik ini berbasis turbin ulir program pengembangan teknik industri yang dikembangkan sejak 2010 oleh salah satu dosen Politeknik Negeri Manado, dengan anggaran sekitar Rp750 juta.

“Pembangunan PLTMH ini dibiayai oleh Kementerian Ristek lewat skema pengembangan teknologi industri. Di Sulut, pembangkit listrik turbin ulir baru diterapkan di Desa Tatelu Minut. Diharapkan bisa diterapkan di daerah lain, khususnya sudah memiliki saluran irigasi,” jelas Bambang Brodjonegoro.

Kepada penemu pembangkit listrik berbasis turbin ulir ini, Bambang memberikan apresiasi. Produk tersebut, menurutnya sudah dipatenkan. Bahkan bahan baku pembuatan pembangkit listrik ini tidak ada yang impor.

“Semuanya produk lokal yang dibuat disini atau tidak diimpor. Ini merupakan kebanggaan kita sebagai penerus bangsa yang mampu berkarya untuk kemajuan orang banyak,” ucapnya.

BACA JUGA: Dua Kapal MVPP Pasok Listrik di Sulut, Investor Diminta Jangan Takut

BACA JUGA: Fakta Unik Tentang Listrik

Dengan adanya teknologi terbarukan ini, Bambang berharap, akan membantu masyarakat khususnya petani dan pelaku industri kecil.

“Program ini juga bisa dikembangkan di daerah lainnya di Sulut,” ujarnya.

Bupati Kabupaten Minut, Vonnie Anneke Panambunan mengaku sangat bersyukur dengan adanya bantuan pemerintah pusat di daerah yang dipimpinnya. Dirinya mengusulkan penyediaan PLTMH bisa dikembangkan di daerah lain di MInut, khususnya wilayah Likupang yang sangat membutuhkan listrik.

“Nanti akan kita coba usulkan kalau bisa di daerah pulau. Sebab untuk membuat PLTMH hanya membutuhkan saluran air atau irigasi yang kecil. Itu sudah cukup,” katanya. | GLENLY B

Leave a Reply