Personil Kepolisian Sektor (Polsek) Kotamobagu saat memproses laporan kasus dugaan penganiayaan terhadap Fitra Aganzi (27). Laporan disampaikan ayah fitra, Nurdin Aganzi (52), Minggu 19 Januari 2020.
Personil Kepolisian Sektor (Polsek) Kotamobagu saat memproses laporan kasus dugaan penganiayaan terhadap Fitra Aganzi (27). Laporan disampaikan ayah fitra, Nurdin Aganzi (52), Minggu 19 Januari 2020.

Anak Dianiaya, Ortu Melapor ke Polisi

KRIMINALITAS

KOTAMOBAGU, publikreport.com – Fitra Aganzi (27), warga Popundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 19 Januari 2020, sekitar jam 02.00 WITA, diduga dianiaya sejumlah orang, salah satunya berinisial RD alias Cecep. Saat itu, menurut ayah korban, Nurdin Aganzi (52), anaknya akan pulang ke rumah usai mengunjungi temannya di sekitar Terminal Bonawang, Mongkonai. Saat melintas di Pos LLAJ (Lalu Lintas Angkutan Jalan) terminal itu, anaknya tiba-tiba dihadang beberapa pemuda.

Fitra bernyata mengapa dihadang? Tak mendapat jawaban, salah satu pemuda yang berinisial RD alias Cecep langsugn menganiayanya.

Tak terima perlakuan terhadap anaknya, sang ayah Nurdin Aganzi kemudian melapor ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Kotamobagu.

Anak saya luka-luka. Di rumah, anak saya menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya. Dan saya membawanya ke Rumah Sakit Umum (RSU) Popundayan,” jelas Nurdin saat melapor ke Polsek Kotamobagu.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kotamobagu, Komisaris Polisi (Kompol) Johan Damopolii membenarkan adanya laporan tersebut.

Laporan sedang dalam tahap penyelidikan dan pengumpulan alat bukti. Akan kami selesaikan secara tuntas,” ujarnya. | RIO YANTO

Leave a Reply