Bendungan Manente milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe, telah menelan korban jiwa, yakni ditemukannya Christian Samuel Wahe (15), pelajar Kelas I Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Tahuna, dalam pipa untuk distribusi air ke rumah-rumah warga.
Bendungan Manente milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe, telah menelan korban jiwa, yakni ditemukannya Christian Samuel Wahe (15), pelajar Kelas I Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Tahuna, dalam pipa untuk distribusi air ke rumah-rumah warga.

Bendungan Manente Telan Korban Jiwa, Pelanggan PDAM Mengaku Resah

TAHUNA, publikreport.com – Sejumlah warga pelanggan PDAM Sangihe mengaku resah begitu mengetahui penyebab kematian Christian Samuel Wahe (15), pelajar Kelas I Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Siswa tersebut ternyata meninggal dunia karena tersedot pipa air ketika sedang mandi di bendungan Manente bersama teman-temannya. Bendungan Manente merupakan aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sangihe.

Karena menyangkut pipa air PDAM yang notabene mendistribusi air ke rumah-rumah, sejumlah warga mengaku resah dan kuatir jangan-jangan mayat -yang tertahan tiga hari- dalam pipa, airnya mengalir ke rumah mereka.

Direktur PDAM Sangihe, Novilius Tampi saat dikonfirmasi tak menampik adanya keresahan warga ini. Novilius mengaku cukup banyak warga yang meneleponnya guna menanyakan soal penemuan mayat di dalam pipa milik PDAM itu.

Mengenai pipa yang menyedot korban, menurut Novilius belum digunakan PDAM. Alasannya masih dalam kegiatan proyek, meski sudah pada tahap air.

“Warga tak perlu kuatir atau resah. Sebab pipa PDAM yang menyedot mayat korban, belum kami gunakan atau belum tersambung ke bak penampungan. Sebab proyeknya belum selesai seratus persen dan belum diserahkan ke PDAM oleh kontraktornya,” jelasnya.

BACA JUGA: Christian, Siswa Kelas I SMK Ditemukan Tak Bernyawa

Leave a Reply