Ilustrasi alat thermal scanner.
Ilustrasi alat thermal scanner.

Antisipasi Virus Corona, Pengawasan Penumpang di Bandara Sam Ratulangi Diperketat

MANADO, publikreport.com – Kantor Kesehatan Pelabuhan memperketat pengawasan penumpang yang datang dari luar negeri di Bandar Udara (Bandara) Internasional Sam Ratulangi Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pengawasan dalam upaya mencegah penyebaran Virus Corona baru yang mewabah di Wuhan, China.

“Upaya pencegahan kami lakukan dengan melakukan pendeteksian, mengamati setiap penumpang yang tiba dari China dengan menggunakan alat thermal scanner (pemindai suhu tubuh) yang sudah terpasang di area kedatangan internasional Bandara Sam Ratulangi Manado,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Manado, Yohanis Patari, Jumat 24 Januari 2020.

Penumpang yang suhu tubuhnya dideteksi melebihi 38 derajat Celsius, Yohanis mengatakan, akan dibawa ke ruang karantina untuk diperiksa lebih lanjut kondisi kesehatannya. Selain itu, guna mencegah penularan virus seluruh petugas bandara yang melayani penumpang penerbangan internasional juga dilengkapi dengan alat pelindung diri seperti masker.

General Manajer (GM) Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai mengatakan peningkatan pengawasan untuk mencegah penyebaran Virus Corona juga mencakup lalu lintas barang dari luar negeri.

“Pengawasan yang dilakukan bukan hanya pada penumpang saja, tetapi juga terhadap barang yang akan masuk ke bandara,” katanya.

Data Bandara Sam Ratulangi Manado menyebutkan, Sulut merupakan salah satu destinasi turis China. Kunjungan wisatawan dari China yang datang ke Sulut melalui Bandara Sam Ratulangi sepanjang 2019 meningkat 8,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Korban meninggal akibat virus corona di China jadi 41

China melaporkan, 41 orang meninggal akibat Virus corona baru, yang telah menginfeksi ke lebih dari 1.300 orang secara global, saat otoritas kesehatan dunia berjuang mencegah pendemik global.

Jumlah total kasus terkonfirmasi di China kini mencapai 1.287 kasus, menurut pernyataan Komisi Kesehatan Nasional, Sabtu 25 Januari 2020.

Jumlah korban meninggal naik dari 26 kaus yang dilaporkan pada Jumat. Semua korban meninggal terbaru itu terjadi di Wuhan, pusat wabah yang berada di dalam karantina virtual saat China berjuang menanggani penyebaran virus tersebut.

Sebagian besar kasus dan seluruh korban meninggal terkonfirmasi sejauh ini berada di China, namun virus tersebut juga terdeteksi di berbagai negara seperti, Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Prancis dan juga Amerika Serikat (AS).

Leave a Reply