Lelaki berinisial SK alias Pian (24), warga Maesa, Bitung dan RK alias Opo Dewa (17), warga Aertembaga, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat 24 Januari 2020, diringkus Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Sektor (Polsek) Maesa dipimpin Inspektur Dua (Ipda) Tuegeh Darus. Dari penangkapan juga berhasil disita sejumlah barang bukti berupa beberapa unit sepeda motor, laptop dan handphone (Hp).
Lelaki berinisial SK alias Pian (24), warga Maesa, Bitung dan RK alias Opo Dewa (17), warga Aertembaga, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat 24 Januari 2020, diringkus Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Sektor (Polsek) Maesa dipimpin Inspektur Dua (Ipda) Tuegeh Darus. Dari penangkapan juga berhasil disita sejumlah barang bukti berupa beberapa unit sepeda motor, laptop dan handphone (Hp).

Komplotan Curanmor yang Beraksi di Bitung, Minut dan Mitra Diringkus

Di Kota Bitung, komplotan ini juga telah melakukan aksi di Girian Atas dengan mencuri laptop dan handphone (Hp). Kemudian di Wangurer Barat, Madidir, mencuri sepeda motor, serta di Minut dan Mitra.

Dari penangkapan terhadap para tersangka, Jeldy mengungkapkan, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, berupa beberapa unit sepeda motor, yakni 1 unit Honda Revo DB 6613 CW, 1 unit Honda warna biru, 2 unit Suzuki Satria FU warna hitam, 1 Yamaha Mio M3 warna hitam, 1 Kawasaki Ninja warna merah muda, serta 1 unit laptop dan 1 Hp.

Para tersangka mengaku menjual sepeda motor hasil curian ke wilayah Kakas, Kabupaten Minahasa dengan harga rata-rata Rp2,5 juta. Selain dijual langsung juga ada yang dijual melalui group media sosial jual-beli motor bekas,” kata Jeldy.

Dari informasi yang dirangkum kepolisian, SK dan JM merupakan residivis kasus pencurian dan penganiayaan. SK telah lima kali mendekam di penjara dan JM tiga kali. Sedangkan RK sering terlibat dalam kasus serupa. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply