Barang bukti berupa senjata tajam (sajam) jenis pisau badik yang diduga kuat digunakan menikam korban Dean. Barang bukti ini diamankan Satuan Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Bitung, Kamis 30 Januari 2020, saat menangkap lima orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus penganiayaan dan penikaman yang terjadi di Desa Wangurer Utara, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 19 Januari 2020.
Barang bukti berupa senjata tajam (sajam) jenis pisau badik yang diduga kuat digunakan menikam korban Dean. Barang bukti ini diamankan Satuan Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Bitung, Kamis 30 Januari 2020, saat menangkap lima orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus penganiayaan dan penikaman yang terjadi di Desa Wangurer Utara, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 19 Januari 2020.

Kasus Pengeroyokan dan Penikaman di Wangurer Utara, 2 Orang Ditetapkan Tersangka

KRIMINALITAS

BITUNG, publikreport.com – Kasus pengeroyokan dan penikaman terhadap korban Dean di Desa Wangurer Utara, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 19 Januari 2020, Satuan Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Bitung, pada Kamis 30 Januari 2020, sore, mengamankan lima orang yang diduga terlibat. Kelima orang tersebut, masing-masing berinisial CS alias Cris, RR alias Lino, JL alias Jeki, SB alias Gobang dan FJ alias Fahmi.

Dari kelima orang tersebut, menurut Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bitung, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Taufiq Arifin dua orang telah ditetapkan sebagi tersangka. Tiga orang lainnya sementara diperiksa sebagai saksi.

CS dan RR telah ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Saat penangkapan terhadap lima orang itu, Taufiq mengungkapkan, turut diamankan barang bukti berupa senjata tajam (sajam) jenis pisau badik yang diduga kuat digunakan menikam korban.

Kedua tersangka, Taufiq mengatakan, diduga menganiaya korban dengan cara berbeda. CS disinyalir menikam pangkal paha kanan korban. Sedangkan tersangka RR disinyalir memukul wajah korban dengan tangan kosong hingga mengalami memar.

Kedua tersangka dijerat pasal 170 ayat 1 dan 2 ke (1) sub pasal 351 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dan pasal 2 ayat 1 UU (Undang-Undang) Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” bebernya. | RIO YANTO

Leave a Reply