Personil Kepolisian Sektor (Polsek) Motoling, warga dan Pemerintah Desa Tokin datang ke Perkebunan Balak guna mengevakuasi pria lanjut usia (lansia), Minder Kumolontang (60), warga setempat yang didapati telah meninggal dunia tergantung dengan tali nilon yang diikatkan ke pohon.
Personil Kepolisian Sektor (Polsek) Motoling, warga dan Pemerintah Desa Tokin datang ke Perkebunan Balak guna mengevakuasi pria lanjut usia (lansia), Minder Kumolontang (60), warga setempat yang didapati telah meninggal dunia tergantung dengan tali nilon yang diikatkan ke pohon.

Lansia Ini Nekad Gantung Diri

AMURANG, publikreport.com – Warga dihebohkan dengan peristiwa gantung diri. Pria lanjut usia (lansia), Minder Kumolontang (60), warga Desa Tokin, Kecamatan Motoling Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ditemukan sudah meninggal dunia Perkebunan Balak desa setempat, Selasa 04 Februari 2020.

Jenazah, menurut Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Motoling, Inspektur Satu (Iptu) Petrus Sattu ditemukan pertama kali oleh saksi Denny Warong, warga desa setempat. Saat itu Denny ke Kebun Balak dengan maksud untuk membawa baju almarhum.

Saksi atas nama Denny Warong menjelaskan, saat itu dilihatnya lelaki Minder Kumolontang dalam keadaan tergantung dengan tali nilon yang diikatkan ke pohon, kondisi meninggal dunia di lokasi Perkebunan Balak,” jelasnya.

Melihat hal tersebut, Petrus menceritakan, saksi kemudian kembali ke kampung dan mengabarkan apa yang dilihatnya ke pemerintah desa setempat dan selanjutnya meneruskan ke pihak kepolisian.

BACA JUGA: Rionet Ditemukan Tergantung di Pohon

Usai menerima informasi, kami segera mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), mengumpulkan bahan keterangan serta membantu proses evakuasi jenazah almarhum,” ujarnya.

Keterangan pihak keluarga, Petrus melanjutkan, almarhum memang sudah 10 tahun lamanya tinggal di kebun.

Pihak keluarga menyatakan penolakan untuk dilakukan otopsi dengan alasan telah menerima kejadian ini sebagai peristiwa duka,” tambahnya. | RIO YANTO

Leave a Reply