Ilustrasi politisi.
Ilustrasi politisi.

Siapa Politisi Tomohon yang ‘Berani’ Bertarung di Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Sulut?

POLITIK

Untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut ini, menyeruak nama-nama yang datang dari berbagai kabupaten dan kota yang ada di Sulut. Namun, dari Kota Tomohon nama figur yang bakal bertarung pada Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Sulut seakan tenggelam oleh nama-nama lain yang datang dari kota dan kabupaten lain. Padahal Kota Tomohon sebagaimana pembicaraan para politisi di warung kopi mengklaim barometer politik Minahasa raya. Barometer politik ini sudah disandang Tomohon sejak masih berstatus kecamatan.

Lalu mengapa seakan tidak ada politisi Kota Tomohon yang ‘berani’ bertarung di kancah politik Pilkada Sulut?

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Tomohon, Jimmy Feidie Eman memang sempat diberitakan diusung Partai Golkar sebagai calon Gubernur Sulut. Namun, seiring berjalannya waktu, nama politisi Partai Golkar yang kini menjabat Walikota Tomohon ini, seakan tenggelam oleh nama calon Gubernur Sulut, Eugenia Christiany Paruntu yang adalah Ketua DPD I Partai Golkar Sulut yang masih menjabat Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Apakah ketika pendaftaran di DPD I Partai Golkar Sulut sebagai salah satu calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulut, Jimmy Feidie Eman, hanya sebagai pendamping Eugenia Christiany Paruntu saja? Ataukah keduanya akan berpasangan sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut?

Padahal, sebagaimana diberitakan media massa, Jimmy Feidie Eman sukses memenangkan Partai Golkar pada pemilihan legislatif baru-baru ini, di mana Partai Golkar Kota Tomohon berhasil menempatkan 10 kadernya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon. Mungkin Tomohon satu-satunya daerah di Sulut, dimana  Partai Golkar menang pada pemilihan legislatif lalu. Tapi mengapa Jimmy Feidie Eman yang sukses memenangkan Partai Golkar di Kota Tomohon, namun terkesan ragu-ragu untuk bertarung di Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Provinsi Sulut?

Selain Jimmy Feidie Eman, kader Partai Golkar lainnya yang besar di dunia politik praktis, misalnya Miky Junita Linda Wenur juga terkesan ‘tidak berani’ bertarung sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulut. Politisi yang disebut-sebut srikandi Partai Golkar ini telah berkali-kali duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Tomohon, namun hanya tampil sebagai calon Walikota/Wakil Walikota Tomohon.

DPD II Partai Golkar Kota Tomohon tentunya mempunyai politisi-politisi yang mumpuni, tapi adakah yang ‘berani’ bertarung sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulut?

Dapat dikatakan Tomohon memiliki koleksi politisi yang cukup piawai yang ada diberbagai partai politik (parpol).

Di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tomohon, juga terbilang ada figur seperti Vonnie Jane Paat (anggota DPRD Provinsi Sulut) dan Caroll Joram Azahrias Senduk (Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon). Namun, tentunya mantan Ketua DPD PDIP Kota Tomohon (Vonnie Jane Paat) dan Ketua DPD PDIP Kota Tomohon saat ini (Carol Joram Azahrias Senduk) enggan untuk maju sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulut, karena nama Ketua DPD I PDIP Sulut, Olly Dondokambey jelas-jelas masih akan mencalonkan diri. Kecuali salah satu diantaranya dipilih mendampingi Olly Dondokambey sebagai calon Wakil Gubernur Sulut.

Partai Demokrat Kota Tomohon, juga terbilang ada nama politisi senior, yakni Marthen Manuel Manopo. Sosok tersebut pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Minahasa (sebelum pemekaran Kota Tomohon dan Minsel), duduk sebagai anggota DPRD Kota Tomohon bahkan DPRD Provinsi Sulut. Marthen juga pernah menjabat Sekretaris DPD I Partai Demokrat Sulut. Nah, apakah politisi senior yang berlatar belakang notaris ini ‘berani’ bertarung sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulut?

Leave a Reply