You are currently viewing Ketika Jurnalisme Memunggungi Demokrasi

Ketika Jurnalisme Memunggungi Demokrasi

Dalam kebijakan pemindahan ibu kota, data Drone Emprit menemukan bahwa merekam perbincangan di Twitter dengan isu ‘Pemindahan Ibu Kota’ yang didokumentasikan dari tanggal 01-18 Januari 2020. Data ini terutama menyasar teks dan perbincangan di Twitter terkait dengan tawaran Presiden RI, Jokowi (Joko Widodo) terhadap investor di luar negeri dalam forum internasional Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) Senin, 13 Januari 2020 lalu.

Drone Emprit menunjukkan dari total Tweet sebanyak 15.005 yang muncul ada 10,336 (69%) yang memiliki pandangan negatif tentang pemindahan ibu kota, dan hanya 4275 (28%) memiliki pandangan positif atau mendukung pemindahan ibu kota serta sebanyak 394 (3%) beropini netral. Sayangnya berlawanan dengan sentiment negative netizen di dunia maya, bertaburan jejak digitial yang menunjukkan bahwa wacana yang dibawa oleh media mainstream sebagian besar masuk dalam kategori sentimen positif dan mendukung narasi pemerintah dengan menjadikan mereka sebagai news sources utamanya.

3. Elemen ketiga jurnalisme adalah disiplin verifikasi.

Jurnalisme memberikan metode untuk mendapatkan kebenaran. Ia bernama verifikasi. Disiplin verfikasi ini sering disampaikan dalam anecdote: “even if your mom says she loves you, you have to check it.” Sayangnya banyak media yang melanggar salah satu prinsip paling esensial dalam kerja mereka ini. Kita bisa menjadikan peristiwa pengejaran KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terhadap politisi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Harun Masiku sebagai contohnya. Semula banyak media mainstream yang meberitakan bahwa KPK tak dapat menghadirkan Harun karena dia tengah berada di luar negeri sejak 06 Januari.

Penyebabnya adalah karena berita itu lemah dalam verifikasi. Mereka hanya menjadikan versi resmi pemerintah (Menteri Yasona dan komisioner KPK) sebagai sumber berita lalu memberitakannya begitu saja. Hanya Tempo yang melakukan verfikasi dan menemukan bahwa Harun memang pergi ke Singapura pada 06 Januari namun telah kembali ke Indoensia pada 07 Janauri terbukti dari rekaman data penerbangannya dan juga tangkapan CCTV.

4. Elemen keempat jurnalisme adalah independensi.

Leave a Reply