Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kalawat yang dilaksanakan Kamis 13 Februari 2020. Musrenbang banyak membicarakan, membahas permasalahan stunting.
Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kalawat yang dilaksanakan Kamis 13 Februari 2020. Musrenbang banyak membicarakan, membahas permasalahan stunting.

Stunting Jadi Perhatian Musrenbang Kalawat

AIRMADIDI, publikreport.com – Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Arnoldus Didi Wolajan mengungkapkan, Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kalawat yang dilaksanakan Kamis 13 Februari 2020, membicarakan soal permasalahan stunting. Sebab stunting telah menjadi program penanggulangan dari pemerintah pusat hingga ke daerah.

“Selain usulan pembangunan infrastruktur dari tiap desa, tadi kami juga bicarakan soal penanggulangan stunting oleh Kepala Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Kalawat,” ungkapnya.

Menangkal stunting, menurut Arnoldus, sangat diperlukan kerja sama atau dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah desa. Untuk itu, usulan dalam sektor kesehatan banyak disampaikan oleh pemerintah desa dalam kegiatan itu.

“Kalau soal pendidikan juga ikut dibahas, tapi tidak terlalu banyak diangkat. Kebanyakan soal pembangunan infrastruktur dan penanggulangan stunting. Semua usulan ini akan dibawah ke Musrenbang Kabupaten nanti,” ujarnya.

Camat Kalawat, Alexander Warbung mengatakan jika stunting merupakan isu strategis yang harus ditangani setiap pemerintah daerah. Untuk itu dirinya sangat berharap agar para hukum tua (kumtua) bisa mengusulkan program-program desa yang bisa mendukung penanggulangan stunting.

Leave a Reply