Jerry Uno, warga Kota Tomohon.
Jerry Uno, warga Kota Tomohon.

Jerry Berharap Pemkot Kembalikan Cita-cita Pembentukan Kota Otonom Tomohon

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Salah satu pejuang pembentukan Kota Otonom Tomohon, Jerry Uno meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon dan pihak terkait lainnya mengembalikan cita-cita dibentuknya Kota Otonom Tomohon. Cita-cita tersebut, yakni adalah kesejahteraan dan kemakmuran masyarakatnya.

Kota Tomohon dibentuk adalah untuk kesejahteraan masyarakatnya. Bukan untuk kesejahteraan/kemakmuran para aparatur pemerintahannya,” tegas Jerry saat berbincang dengan publikreport.com di Wale Kabasaran Tomohon, belum lama ini.

Epe Sebut TIFF Sudah Melenceng dari Substansi

Di usai 17 tahun Kota Tomohon saat ini -sejak mekar dari Kabupaten Minahasa-, Jerry menilai, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tomohon lebih banyak habis untuk kegiatan seremonial maupun dipakai untuk keluar daerah bahkan keluar negeri dengan alasan kunjungan kerja.

Uang rakyat, yakni APBD atau APBN yang masuk ke Tomohon harus untuk masyarakat. Masyarakat Tomohon seharusnya lebih sejahtera ketika Tomohon menyandang status Kota Otonom,” ujarnya.

Mereka yang Berharap Pembangunan Lebih Baik

Cita-cita pembentukan Kota Otonom Tomohon, Jerry menyatakan, jangan dikhianati oleh oknum-oknum tertentu dengan sekedar mengejar jabatan-jabatan tertentu. Dan melupakan rakyat yang memberikan mandat kepada panitia-panitia yang memperjuangkan pembentukan Kota Tomohon yang telah terealisasi.

Sejujurnya, rakyatlah pejuang utama Kota Tomohon. Mandat rakyatlah sehingga Kota Otonom Tomohon dapat terealisasi. Jadi jangan melupakan rakyat. Jadilah aparatur yang selalu melayani rakyat, bukan sekedar menjadi pelayan untuk ‘sang bos’. Rakyatlah bos. Gunakanlah APBD atau APBN untuk kesejahteran rakyat, untuk kepentingan masyarakat banyak. Bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Turun dan lihatlah langsung kondisi rakyat, bukan hanya sekedar mengikuti ‘sang bos’,” paparnya.

EMAS yang Tak Berkilau

Rakyat Kota Tomohon, Jerry melanjutkan, saat ini seakan-akan terkotak-kotak karena politisasi yang dilakukan para politisi dan oknum-oknum lainnya. Terpolarisasinya masyarakat Kota Tomohon, dinilainya gara-gara pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) belum lama ini dan yang akan dihadapi tahun ini.

Pemimpin dan para aparatur pemerintahan di Kota Tomohon harus dapat menyatukan kembali masyarakatnya. Jangan melihat ‘warna’, atau pendukung atau tidak pendukung pada Pilkada lalu, atau Pilkada yang akan dijalani tahun ini,” pesannya.

Mereka Melayani Siapa?

Leave a Reply