Ilustrasi pesatnya pembangunan kota yang tidak jarang mengorbankan kelestarian lingkungan. (Ilustrasi: Hidayaturohman/MONGABAY.co.id)
Ilustrasi pesatnya pembangunan kota yang tidak jarang mengorbankan kelestarian lingkungan. (Ilustrasi: Hidayaturohman/MONGABAY.co.id)

Kota Ramah Pejalan Kaki Bukanlah Mimpi

Rata-rata, orang dewasa dapat menempuh jarak lima hingga enam kilometer per jam dengan jalan kaki. Meski jelas-jelas bagus untuk kesehatan pribadi dan lingkungan, toh faktanya orang Indonesia tergolong malas melakukannya.

Kajian sekelompok peneliti di Universitas Stanford, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu, dengan menganalisa data menit per menit dari 700.000 orang yang menggunakan Argus [sebuah aplikasi pemantau aktivitas di telepon seluler], menyimpulkan bahwa orang Indonesia merupakan penduduk paling malas berjalan kaki sedunia. Rata-rata, orang Indonesia hanya berjalan sebanyak 3.413 langkah per hari. Sedangkan warga Hong Kong tercatat paling rajin, 6.880 langkah setiap hari.

Malasnya orang Indonesia jalan kaki berdampak pada peningkatan kemacetan di kota-kota. Ironinya, tidak sedikit dari mereka yang mengeluhkan kemacetan ini, justru ikut menyumbang kemacetan itu sediri. Karena, ke mana pun mereka beraktivitas, selalu menggunakan kendaraan pribadi.

Lihat saja, masyarakat kita sekarang lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor untuk berpergian dari dan ke satu tempat yang notabene jaraknya tidak terlalu jauh. Padahal, ukuran kurang dua kilometer, bisa kita tempuh dengan jalan kaki.

Salah satu penyebab malasnya orang Indonesia berjalan kaki boleh jadi karena masih belum primanya fasilitas. Realitanya, di negeri ini, pejalan kaki adalah minoritas yang hak-haknya cenderung terpinggirkan. Secara umum, jalur-jalur pedestrian di kota-kota, sama sekali belum memanjakan pejalan kaki.

Di sisi lain, tidak sedikit jalur pedestrian yang ada malah dimanfaatkan pedagang. Belum lagi ulah sebagian pengendara sepeda motor, terutama saat kemacetan menghadang, yang dengan teganya memanfaatkan jalur ini.

Padahal, berdasarkan Pasal 131 Ayat [1] Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Pasal 34 Ayat [4] Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, jalur pedestrian merupakan hak pejalan kaki dan hanya diperuntukkan bagi lalu-lintas pejalan kaki.

Membiasakan berjalan

Leave a Reply