Ilustrasi pesatnya pembangunan kota yang tidak jarang mengorbankan kelestarian lingkungan. (Ilustrasi: Hidayaturohman/MONGABAY.co.id)
Ilustrasi pesatnya pembangunan kota yang tidak jarang mengorbankan kelestarian lingkungan. (Ilustrasi: Hidayaturohman/MONGABAY.co.id)

Kota Ramah Pejalan Kaki Bukanlah Mimpi

Menurut Catrine Tudor-Locke dari Walking Behavior Laboratory di Pennington Biomedical Research Center, Amerika Serikat, idealnya kita perlu berjalan kaki antara 7.000-8.000 langkah setiap hari. Sebagian pakar bahkan menyarankan, kita sebaiknya berjalan kaki 10.000 langkah per hari.

Kalau kita cermati, bukan cuma orang-orang dewasa yang malas berjalan di negeri ini. Anak-anak dan remaja pun ada pola yang sama, memilih kendaraan bermotor untuk ke sekolah. Mereka yang belum bisa, diantar-jemput orangtuanya.

Di beberapa negara, anak-anak sekolah justru didorong untuk berjalan kaki. Jepang, misalnya, yang merupakan salah satu negara raksasa otomotif dunia, anak-anak sejak sekolah dasar sudah dibiasakan jalan kaki menuju sekolah.

Di Victoria, salah satu negara bagian Australia, saban Oktober, digelar apa yang disebut VicHealth’s Walk to School. Tujuan utamanya, mendorong anak-anak jalan kaki ke sekolah.

Merujuk Healthy Cities Technical Working Group on Health and Indicator yang digagas Organisasi Kesehatan Dunia [WHO], salah satu indikator lingkungan untuk menentukan apakah sebuah kota sehat atau tidak adalah dengan melihat seberapa banyak jumlah warga yang jalan kaki.

Dengan mempertimbangkan kontribusi terciptanya lingkungan perkotaan lebih sehat, para pengelola kota di sejumlah negara berupaya memuliakan para pejalan kaki. Aneka fasilitas disediakan untuk menjamin kenyamanan, keamanan dan keselamatan, tenutunya. Mereka ingin, kota-kota yang mereka kelola menjadi surganya pejalan kaki.

Konsep kota pejalan kaki [walkable city] juga mulai dikembangkan pengelola kota di sejumlah negara. Lewat konsep ini, kota dirancang agar penduduknya nyaman dan aman berjalan, lebih aktif bergerak. Tidak bergantung pada kendaraan bermotor. San Francisco, Amerika Serikat, adalah kota yang berhasil menerapkan konsep walkable city sehingga mendapat julukan The Most Car-Free-Friendly City. Mayoritas warganya, sama sekali tidak bergantung kendaraan bermotor.

Semoga, pengelola kota-kota di negeri kita semakin memuliakan pejalan kaki. Dengan begitu, horor kemacetan dan memburuknya kualitas udara tidak lagi menjadi menu perbincangan harian.

*Kolumnis dan bloger, tinggal di Bandung [Jawa Barat]. | MONGABAY.co.id/Tulisan adalah opini penulis.

Leave a Reply