Dandim 1302/Minahasa, Letkol (Inf) Slamet Raharjo melakukan penanaman pohon pada penghijauan di Perkebunan Alason, Desa Ratatotok, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin 09 Maret 2020.
Dandim 1302/Minahasa, Letkol (Inf) Slamet Raharjo melakukan penanaman pohon pada penghijauan di Perkebunan Alason, Desa Ratatotok, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin 09 Maret 2020.

Bupati Mitra: Hutan Rusak Sekitar 30 Ribu Hektar

MITRA, publikreport.com – Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), James Sumendap mengungkapkan, hutan yang rusak di Alason sudah sekitar 30 ribu hektar.

“Perlu kami laporkan kepada bapak gubernur bahwa hutan yang sudah rusak di Alason sekitar 30.000 hektar, dan jika pengolahan hutan dilakukan dengan cara tradisional tentu tidak akan rusak seperti ini, tetapi karena pengolahanya menggunakan alat berat sehingga menyebabkan kerusakan hutan yang sangat parah,” ungkap James pada kegiatan penghijauan di Perkebunan Alason, Desa Ratatotok, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Mitra, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin 09 Maret 2020.

Perlu diketahui juga, James melanjutkan, perusahaan yang mempunyai ijin pertambangan di wilayah Ratatotok hanya 5 perusahaan. Yang lain illegal semua, sehingga perlu dilakukan tindakan.

Penanaman pohon ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam kita,” katanya.

Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulut dan Pemerintah Kabupaten Mitra tidak anti investasi, tetapi harus sesuai prosedur dengan mengurus ijin, sehingga negara juga mendapat manfaat dari hasil pertambangan.

Kelestarian alam, Olly mengimbau, harus dijaga bersama-sama. Jangan sampai ke depan terjadi bencana alam seperti di daerah Bolaang Mongondow (Bolmong), dimana enam desa terkena musibah dan empat orang meninggal dunia.

BACA JUGA: Pesan Kepala BNPB: Tanam dan Jangan Tebang Pohon Ketapang

Leave a Reply