Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kepulauan Sangihe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Tony Budi Susetyo didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan Terlarang), Inspektur Satu (Iptu) Rudolf Lumandung, Selasa 10 Maret 2020, menggelar konferensi pers terkait penangkapan terduga pengedar obat keras di Sangihe.
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kepulauan Sangihe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Tony Budi Susetyo didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan Terlarang), Inspektur Satu (Iptu) Rudolf Lumandung, Selasa 10 Maret 2020, menggelar konferensi pers terkait penangkapan terduga pengedar obat keras di Sangihe.

Pengedar Obat Keras Dibekuk Polres Sangihe

KRIMINALITAS

TAHUNA, publikreport.com – Terduga pengedar obat keras hexymer yang diduga kuat mengandung trihexyphenidyl atau biasa disebut kuning/boti, baru-baru ini dibekuk Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Sangihe.

Tersangka berinisial MNI alias Eko,” ungkap Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kepulauan Sangihe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Tony Budi Susetyo pada konferensi pers dengan awak media, Selasa 10 Maret 2020, di Mapolres.

Dalam penangkapan ini, menurut Tony, petugas mendapati sejumlah barang bukti, antara lain 11 botol plastik warna putih berisi 10.360 butir obat hexymer, 176 sachet obat batuk cair, 1 unit handphone (Hp) serta uang tunai Rp4.250.000.

BACA JUGA: Lagi Ditresnarkoba Polda Tangkap Pengedar Sabu dan Trihex

Tersangka mengaku pertama kali membeli obat tersebut dari seseorang di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), sejak 2018 hingga Juli 2019. Tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres untuk diperiksa, dan kasus ini dalam pengembangan lebih lanjut,” jelas Tony yang didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan Terlarang) Polres Kepulauan Sangihe, Inspektur Satu (Iptu) Rudolf Lumandung. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply