Terkait Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut), Inspektur Jenderal (Irjen) Royke Lumowa dan Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey, Rabu 18 Maret 2020, melakukan pertemuan terbatas.
Terkait Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut), Inspektur Jenderal (Irjen) Royke Lumowa dan Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey, Rabu 18 Maret 2020, melakukan pertemuan terbatas.

Kapolda dan Gubernur Bahas PETI di Sulut

DI lokasi rombongan dijemput Bupati Bolmong, Yasti S Mokoagow dan Walikota Kotamobagu, Tatong Bara. Selanjutnya rombongan bertolak ke lokasi PETI di Gunung Potolo Tanoyan Selatan.

Setelah melakukan peninjauan Lokasi pertambangan ilegal tersebut, pukul 16.00 Wita, rombongan turun dari lokasi PETI Potolo, dalam perjalanan kembali rombongan melaksanan diskusi dengan warga Desa Tanoyan Bersatu kurang lebih 500 warga yang berada di pertigaan pasar Desa Tanoyan Selatan diwakili oleh Sangadi Tanoyan Utara dan Tanoyan Selatan didampingi juga Anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Bolmong, Mas’ud Lauma dan beberapa tokoh masyarakat dari desa Tanoyan Bersatu.

Kita sudah siapkan dua cara penegakan hukum tambang illegal. Untuk yang mengunakan alat berat itu harga mati ditindak tegas, yang pemodal besar tidak ada alasan tidak ada perlindungan bagi mereka. Karena mereka yang sudah merusak lingkungan pertama dan paling besar selama empat tahun ini. Maka saya sampaikan yang ada di Potolo ujung tadi semua tidak boleh beroperasi, di police line. Kapolda tidak berat sebelah dan tidak memihak pada yang illegal, ini bukan hanya omongan saya tapi kenyataan,” tegas Irjen Royke Lumowa.

BACA JUGA: Tambang Bowone Ditutup, Warga Mengadu ke DPRD

Sedangkan penambang tradisional yang mengunakan tromol, Royke mengatakan akan melakukan pendekatan dan mencarikan solusi terbaik sehingga aktifitasnya bisa dilakukan secara resmi.

Untuk tradisional akan dilakukan sosialisasi, pendekatan dan kami bantu agar aktifitasnya legal. Tadi juga kami sudah melakukan sosialisasi dan masyarakat mulai paham dan menerima, bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah. Kita akan carikan solusi supaya penambang tradisional ini bisa memilik tempat sendiri, seperti Wilayah Pertambangan Rakyat, biar kerjanya aman tidak main kucing kucingan dengan aparat,” jelasnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply