Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim pada peluncuran 4 pokok kebijakan pendidikan ‘Merdeka Belajar’ di Jakarta, Rabu 11 Desember 2019.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim pada peluncuran 4 pokok kebijakan pendidikan ‘Merdeka Belajar’ di Jakarta, Rabu 11 Desember 2019.

Belajar dari Rumah Ajarkan Anak Tentang Covid-19

PENDIDIKAN

JAKARTA, publikreport.com – Pembelajaran daring (dalam jaringan) juga difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk dalam hal kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. Bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

Demikian dijelaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem A Makarim.

“Walaupun banyak sekolah menerapkan belajar dari rumah, bukan berarti gurunya hanya memberikan pekerjaan saja kepada muridnya. Tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu muridnya dalam mengerjakan tugasnya. Mohon walaupun bekerja dari rumah, mohon siswa-siswa kita juga dibimbing,” harap Nadiem.

“Kami sedang dan terus melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan telekomunikasi untuk memberikan subsidi data bagi siswa dan guru yang melakukan pembelajaran daring,” sambungnya.

BACA JUGA: Cegah Covid-19, Kemendikbud Gandeng Swasta Siapkan Belajar Daring

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Pendidikan Menengah (Dikmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Harris Iskandar mengatakan, guru dan orang tua diharapkan dapat mewujudkan pendidikan yang bermakna di rumah, dan tidak hanya berfokus pada capaian akademik atau kognitif.

Para kepala dinas pendidikan, diimbaunya, agar membuat aturan lebih detail tentang metode pembelajaran di rumah selama masa pandemik Covid-19. Menurutnya, perlu ada penekanan kembali dari kepala dinas pendidikan agar kalau belajar di rumah jangan hanya akademik dan fokus pada kemampun kognitif saja. Guru dan orang tua harus memberikan pendidikan yang bermakna, termasuk memahami pandemik Covid-19.

“Harus disampaikan ke anak sehingga dia paham. Jangan hanya tugas melulu. Berikan pendidikan yang bermakna,” kata Harris dalam konferensi video daring bersama media di Jakarta, Selasa 24 Maret 2020.

BACA JUGA: Pendidik Diminta Hadirkan Belajar yang Menyenangkan

Konsep pembelajaran yang tidak hanya fokus pada akademik atau kognitif itu, Harris menjelaskan, sesuai dengan moda asesmen yang akan menggantikan ujian nasional (UN), yaitu Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter. Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter lebih menitikberatkan pada penalaran dan bukan capaian pemahaman materi mata pelajaran.

Sementara Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (GTK), Praptono mengatakan, sebaiknya dinas pendidikan dapat membuat surat edaran yang lebih detail mengenai pembelajaran daring di rumah.

“Jangan terlalu berfokus pada aspek akademik, tapi ada penekanan pada life skill, karakter, dan sebagainya. Ini output yang baik untuk kita bicarakan ke depannya,” ujarnya.

Leave a Reply