Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, berbincang dengan salah satu pedagang di Pasar Towo’e Tahuna saat melakukan pemantauan harga sembako (sembilan bahan pokok) beserta kebutuhan pangan lainnya, Selasa 24 Maret 2020.
Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, berbincang dengan salah satu pedagang di Pasar Towo’e Tahuna saat melakukan pemantauan harga sembako (sembilan bahan pokok) beserta kebutuhan pangan lainnya, Selasa 24 Maret 2020.

Pemerintah Pastikan Harga dan Pasokan Bahan Pokok Terkendali

JAKARTA, publikreport.com – Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok).

Dalam kondisi sulit atau darurat Covid-19 saat ini, pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan bapok sebagaimana selalu ditekankan Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto sebagai penjabaran arahan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Untuk itu, diharapkan dukungan dan peran serta dari seluruh pemangku kepentingan, agar langkah-langkah Kemendag (Kementerian Perdaganagn) dalam menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dapat berjalan dengan baik,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, Suhanto saat memberikan keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu 25 Maret 2020.

Berdasarkan pantauan Kemendag pada 24 Maret 2020, menurut Suhanto, harga rata-rata nasional untuk beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, telur ayam ras, dan bawang merah umumnya relatif stabil.

Sementara daging ayam ras, cabe merah keriting, dan cabe merah besar harganya turun dibandingkan bulan sebelumnya. Hanya bawang putih yang belum turun secara signifikan.

Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu gula pasir dan cabe rawit merah. Gula pasir naik 23,4 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi Rp17.781/kg (kilogram) atau 42,25 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp12.500/kg.

Sedangkan cabe rawit merah naik 8,45 persen menjadi Rp48.500/kg dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara umum kondisi pasokan bapok cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan puasa di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2020. Khusus untuk bawang putih dan gula pasir, saat ini sedang diupayakan ada penambahan stok melalui importir dan penugasan BUMN,” jelas Suhanto.

BACA JUGA: Timbun Bahan Pokok, Masker dan Hand Sanitizer, Kapolres: Akan Ditindak Tegas

Pemerintah, Suhanto menjelaskan, telah melakukan beberapa langkah dalam menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok. Untuk komoditas bawang putih, Kemendag telah menyetujui Persetujuan Impor (PI) sekitar 150 ribu ton dan sudah terlaksana 11 ribu ton pada 19 Maret 2020. Selain itu, dalam mempercepat izin impor untuk menambah pasokan di dalam negeri, Kemendag telah menerbitkan Permendag Nomor 27 Tahun 2020. Intinya dalam Permendag ini komoditas bawang putih dan bawang bombay tidak lagi memerlukan Persetujuan Impor (PI) dan Laporan Surveyor (LS) dalam proses importasi yang berlaku hingga 31 Mei 2020.

Kemendag dan Satgas (Satuan Tugas) Pangan juga melakukan pemantauan ke seluruh gudang importir untuk memastikan tidak ada perusahaan yang melakukan penimbunan dan memanfaatkan situasi seperti saat ini, serta terus melakukan pengawasan secara intensif. Pihak-pihak yang melanggar aturan yang telah ditetapkan, tentu akan ditindak tegas,” ujarnya.

Leave a Reply