Rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi pada Minggu 30 Maret 2020, lalu, di Kota Bitung yang menewaskan lelaki NH alias Opit, warga Batu Putih, berlangsung di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Matuari, Kamis 02 April 2020. Rekonstruksi dipimpin Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Matuari, Komisaris Polisi (Kompol) Dolfie Rengkuan.
Rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi pada Minggu 30 Maret 2020, lalu, di Kota Bitung yang menewaskan lelaki NH alias Opit, warga Batu Putih, berlangsung di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Matuari, Kamis 02 April 2020. Rekonstruksi dipimpin Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Matuari, Komisaris Polisi (Kompol) Dolfie Rengkuan.

26 Adegan Kasus Rekonstruksi Pembunuhan di Bitung

HUKUM

BITUNG, publikreport.com – 26 adegan tertuang dalam skenario rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap lelaki NH alias Opit, warga Batu Putih, Kota Bitung. Rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi pada Minggu 30 Maret 2020, lalu, berlangsung di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Matuari, Kamis 02 April 2020.

Dalam rekonstruksi yang dipimpin Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Matuari, Komisaris Polisi (Kompol) Dolfie Rengkuan, terungkap pada adegan ke 20-23, korban ditikam para pelaku, sehingga meninggal dunia.

Terungkap pula, kronologi singkat awal mula kejadian dimana saksi BL dan korban NH serta saksi AA mendatangi tempat kost saksi RM di Perumahan Umum (Perum) Puri Permata Indah, dengan tujuan hendak berpesta miras (minuman keras).

Saat sedang minum miras, datang pelaku NW yang juga ikut miras bersama. Karena sudah mabuk berat, NW meminta permisi untuk tidur, sementara yang lainnya melanjutkan miras.

Korban yang sudah mabuk berat, kemudian mencoba menggoda dan mendekati saksi AA alias Aisyah. Namun saksi menolak dan menghindar, hingga korban merasa jengkel karena berpikir NW adalah pacar AA dan hendak memukul NW.

Korban yang sudah emosi karena AA terus menolaknya, keluar dari kamar kost sambil berteriak (bakuku) mencari lawan untuk berkelahi. NW yang dalam posisi setengah tertidur, jengkel mendengarnya lalu keluar dari kamar kost menyaksikan korban berteriak-teriak.

Tak lama, korban pergi dari tempat itu kemudian kembali lagi lalu menggedor-gedor pintu kamar kost yang saat itu tertutup. Saksi AA berusaha menenangkan NW dan korban agar tidak berkelahi. Namun setelah keduanya kembali tenang, NM menghubungi 2 pelaku lainnya yakni FK dan MK dengan mengatakan bahwa dirinya dipukuli orang. Kedua rekan NM datang kemudian bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap korban dengan senjata tajam (sajam) sehingga mengakibatkan korban NH meninggal dunia ditempat kejadian. Para pelaku langsung meninggalkan korban ditempat kejadian melihat suasana sudah mulai ramai.

Leave a Reply