Inilah 6 biji kurma kuno usia 2 ribu tahun sebelum ditanam. (foto: dok.guyeisner/scienceadvances)
Inilah 6 biji kurma kuno usia 2 ribu tahun sebelum ditanam. (foto: dok.guyeisner/scienceadvances)

Setelah 2.000 Tahun, Biji-biji Ini Tumbuh Saat Ditanam

Benih-benih kuno ini mungkin mewakili hilangnya keragaman genetik yang tidak lagi kita lihat di era ini,” kata Pérez-Escobar. Karena petani kurma beradaptasi dengan perubahan iklim dan memerangi hama dan penyakit dengan berbagai pestisida. Mereka kini mungkin ingin memanfaatkan gen-gen kuno yang tersembunyi di arsip arkeologis.

Mengapa benih kurma bisa bertahan begitu lama, tidak ada orang yang bisa memastikan. Benih-benih [biji-biji] memang secara fisik keras, tahan terhadap cuaca panas dan kekeringan di padang pasir.

Meski begitu, Sallon mensinyalir ada kontribusi dari lingkungan ditemukan, yakni dekat Laut Mati, tempat terendah di Bumi. Itu berarti, ia memiliki lapisan atmosfer sangat tebal untuk melindungi dari radiasi kosmik yang dapat merusak biji.

Posisi rendah, panas, kondisi kering, semua itu dapat mempengaruhi umur panjang embrio,” kata Sallon. Ukuran biji yang tidak biasa bisa memainkan peran juga. Semakin banyak materi genetik, semakin besar kemungkinan untuk tetap utuh. Kini para peneliti berharap, bisa menumbuhkan buah kurna dengan melakukan penyerbukan kurma betina dengan jantan.

Budidaya kurma diperkirakan pertama kali dilakukan di Jazirah Arab dan Mesopotamia [sekarang Irak], lebih dari 6.000 tahun lalu. Pernah tersebar luas di Yudea kuno, wilayah Levant atau Syam.

Selain sebagai makanan penting, kurma-kurma di Yudea juga digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis, termasuk depresi dan memperkuat memori. “Kurma adalah komoditas ekspor yang sangat besar dari Judea di masa lalu dan mereka terkenal,” tutup Sallon.

Penelitian ini telah diterbitkan di Science Advances, edisi 5 Februari 2020. Sarah Sallon merupakan penulis utama pada riset berjudul “Origins and insights into the historic Judean date palm based on genetic analysis of germinated ancient seeds and morphometric studies.” | MONGABAY.co.id

Leave a Reply