Lelaki berinisial T alias Toro (16), tersangka apelaku penganiayaan yang mengakibatkan kematian, Alfa Abdul (19), warga Jaga I, Desa Walantakan, Kecamatan Langowan Utara, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ditangkap Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa tak lama usai peristiwa, Minggu 05 April 2020.
Lelaki berinisial T alias Toro (16), tersangka apelaku penganiayaan yang mengakibatkan kematian, Alfa Abdul (19), warga Jaga I, Desa Walantakan, Kecamatan Langowan Utara, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ditangkap Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa tak lama usai peristiwa, Minggu 05 April 2020.

Kasus Penganiayaan Berujung Kematian di Langowan

KRIMINALITAS

MINAHASA, publikreport.com – Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa yang dipimpin Ajun Inspektur Dua (Ipda) Ronny Wentuk, berhasil menangkap lelaki berinisial T alias Toro (16), tersangka pelaku penganiayaan yang mengakibatkan kematian, Alfa Abdul (19), warga Jaga I, Desa Walantakan, Kecamatan Langowan Utara. Penganiayan diduga dilakukan Toro dengan senjata tajam (sajam) jenis tombak. Peristiwa ini terjadi Minggu 05 April 2020, sekitar jam 02.30 WITA dini hari di Jaga III, Desa Amongena, Kecamatan Langowan Timur.

Tak lebih dari tiga jam, tersangka berhasil diamankan Tim Resmob Minahasa. Saat ini tersangka telah diamankan di Mapolres untuk mengantisipasi adanya aksi saling balas dendam,” kata Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ferdy Pelengkahu

Selain Alfa, Toro juga diduga melakukan penganiayan terhadap Steven Tumangkeng alias Penjo (24), warga Desa Walantakan dengan menggunakan sajam jenis pisau badik. Sementara Exel Pandeiroth alias Acong yang juga merupakan teman Alfa, berhasil melarikan diri.

Peristiwa, menurut AKP Ferdy Pelengkahu berawal saat para korban yang disinyalir sudah menenggak miras (minuman keras) dan membawa sajam ke Desa Amongena III. Di kompleks KPR, mereka dicegat tersangka yang saat itu membawa tombak.

“Motif tersangka melakukan tindak pidana penganiayaan diduga akibat pengaruh telah mengkomsumsi miras, dan karena para korban masuk dengan mengunakan barang tajam. Sehingga terjadi penganiayaan yang mengakibatkan salah satu korban meninggal dunia,” jelas Ferdy.

Untuk mengantisipasi terjadinya aksi balas dendam, Ferdy mengatakan, polisi telah melakukan pengamanan di dua desa.

“Mengantisipasi terjadinya perkelahian antar kelompok, kepolisian telah mengambil tindakan pencehan dengan melakukan pengamanan di desa pelaku dan korban,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan dokter rumah sakit, Ferdy mengatakan, korban meninggal akibat pendarahan yang berlebihan. Sementara pihak keluarga menolak untuk diotopsi.

Leave a Reply