Petugas/teknisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe saat melakukan perbaikan pada jaringan pipa air.
Petugas/teknisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe saat melakukan perbaikan pada jaringan pipa air.

Konsumen Mengeluh, Ini Jawaban PDAM Sangihe

SANGIHE, publikreport.com – Sejumlah warga konsumen air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menuding perusahan itu telah mengambil langsung air baku yang disalurkan ke pelanggan. Warga konsumen juga mengeluh tentang air yang keruh.

Menjawab tudingan dan keluhan warga ini, Direktur PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe, Novilius Tampi menjelaskan, mengantisipasi terjadinya gangguan distribusi air, PDAM menyiasatinya dengan memasang pipa pancing untuk mengalirkan air ke pipa air baku menuju pipa penampungan.

Itu pipa yang dimaksud adalah pipa 3″ inci yang berfungsi membantu pengisian di pipa 12″inci jika terjadi kekosongan. Di pipa 3″ inci itu terdapat pentil untuk mengecek tekanan air, jika dibuka dan tuas pembatas ke pipa 12″ inci ditutup, tinggi tekanan air di pentil pipa 3″inci itu bisa mencapai 04-05 meter, tetapi jika tuas ke pipa 12 inci dibuka, maka tekanan air tadi menurun hanya setinggi setengah meter sampai satu meter. Jadi bukan air baku yang didistribusi ke rumah warga, tetapi air bersih yang dialirkan ke pipa air baku,” jelas Novilius Tampi saat dikonfirmasi Sabtu 04 April 2020.

BACA JUGA: Krisis Air Bersih Masih Landa Sangihe

BACA JUGA: PDAM Tomohon, BUMD yang Gagal

Mengenai air yang keruh, Novilius tak menepisnya dan memohon maaf kepada semua pelanggan. Menurutnya, itu disebabkan tekanan air yang meningkat karena pergantian mesin pompa Air.

Air keruh itu memang benar. Penyebabnya adalah pergantian pompa yang lama dengan pompa yang baru. Pompa yang baru menghasilkan tekanan air 4,8 pounds per inchi persegi (psi). Sedangkan pompa yang lama hanya 2,6 psi. Akibatnya tekanan air meningkat. Akibat tekanan air yang meningkat, endapan yang ada dijaringan pipa yang sudah berumur puluhan tahun, terbawa air sehingga menyebabkan air menjadi keruh,” paparnya.

Saat ini, Novilius mengatakan, dirinya sudah memerintahkan Bagian Operasional untuk memotong pipa yang kelihatan untuk membuang endapan yang ada di dalamnya, agar endapan itu tidak sampai ke rumah-rumah konsumen. | VEBE

Leave a Reply