Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pemerintah Anjurkan Masyarakat Gunakan Layanan Telemedicine

JAKARTA, publikreport.com – Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan kemungkinan penularan jenis-jenis virus termasuk SARS-CoV-2 di rumah sakit (RS) sangat tinggi. Oleh sebab itu, masyarakat diminta agar menghindari kunjungan ke rumah sakit dan beralih menggunakan layanan telemedicine.

“Kita berharap layanan konsultasi medis sudah lebih banyak didorong untuk tidak menggunakan kunjungan rumah sakit, tidak bertemu secara langsung, tidak memberikan ruang untuk kontak dekat dengan banyak orang di rumah sakit,” kata Achmad di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin 27 April 2020.

Telemedicine di Indonesia, menurut Achmad, telah memiliki 12 layanan perusahaan kesehatan digital yang tergabung dalam Indonesia Telemedicine Association atau Atensi. Selain melalui layanan tersebut, masyarakat juga bisa menggunakan konsultasi medis secara daring yang disediakan oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

“Melalui layanan telemedicine, masyarakat tidak perlu bepergian keluar rumah datang ke rumah sakit untuk sekadar melakukan konsultasi ke dokter atau membeli obat,” jelasnya.

Hingga kini, Achmad mengatakan, dilaporkan terdapat adanya peningkatan penggunaan layanan telemedicine di masyarakat.

“Data sampai saat ini sudah lebih dari tiga ratus ribu masyarakat yang sudah memanfaatkan layanan telemedicine. Ini yang kita harapkan hari ke hari semakin meningkat sehingga lebih memudahkan layanan konsultasi medis,” ungkapnya.

BACA JUGA: 40 Orang Positif Covid-19 di Sulut

Achmado mengingatkan orang dengan penyakit penyerta bawaan atau komorbid cenderung lebih berisiko mengalami sakit parah ketika terinfeksi Covid-19. Dia menyampaikan data dari kasus pasien yang meninggal pada kelompok usia sekitar 60 tahun yaitu antara 41-60 tahun dan beberapa di antaranya di atas 61-80 tahun.

Sementara faktor penyakit penyerta yang paling banyak adalah hipertensi, diabetes, penyakit jantung, penyakit paru baik itu asma maupun penyakit paru obstruktif seperti bronkitis kronis dan sebagainya. | DORANG

Leave a Reply