Ilustrasi.
Ilustrasi.

Mencegah Lebih Baik

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Itu judul lengkap editorial kali ini. Pandemi Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), benar-benar menjadi momok di dunia. Negara-negara besar dan kecil berupaya mencegah penyebaran virus tersebut, sekaligus berupaya menemukan vaksinnya.

Dalam upaya mencegah penyebaran dan penularan Virus Corona, tak bosan-bosannya masyarakat diimbau untuk menjaga jarak (physical distancing sebelumnya sosial distancing), selalu memakai masker, rajin mencuci tangan di air mengalir dengan sabun, tidak keluar rumah (bekerja dari rumah, belajar dari rumah bahkan beribadah dari rumah).

Imbauan-imbauan pemerintah ini sebaiknya dituruti. Sebab, angka penularan Covid-19 ini dari hari ke hari terus bertambah. Karena dengan kita disiplin mengikuti imbauan-imbauan itu pada akhirnya turut memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Disiplin itu tentunya harus datang dari diri sendiri. Untuk apa kita meminta orang lain disiplin, sementara diri sendiri tidak disiplin alias tidak menaati imbauan-imbauan itu.

Dengan berdisiplin, artinya kita sudah melakukan pencegahan. Tidak disiplin siap-siap untuk diobati/dirawat. Ya, syukur jika sembuh. Kan lebih baik mencegah, dari pada mengobati.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang luar biasa besarnya. Anggaran itu, dipakai untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), alat kesehatan (alkes) bagi rumah-rumah sakit, bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat dan lain-lain. Semoga anggaran besar dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) serta APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) itu dapat benar-benar memutus mata rantai penyebaran Covid-19, bahkan dapat menemukan vaksinnya.

Warga yang terdampak Covid-19, disebutkan mendapatkan bantuan sosial pemerintah. Meski, masih ada suara-suara yang berteriak mendapatkan bantuan. Hal inilah yang kemudian membuat sebagian orang nekad keluar rumah untuk mencari bahan makanan bagi keluarganya. Mereka sebenarnya sadar bahaya Covid-19 dan tahu serta memahami imbauan-imbauan yang dikeluarkan pemerintah serta kepolisian.

Masyarakat sebenarnya sadar dan patuh terhadap imbauan dan peraturan-peraturan yang disampaikan. Namun hal yang penting, pemerintah juga harus benar-benar menyiapkan basis data yang akurat menyangkut warga yang kurang mampu. Agar penyaluran bantuan sosial (apakah dari APBN atau APBD) benar-benar tepat diterima oleh mereka yang kurang mampu.

Selain itu, bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 yang bersumber dari APBN atau APBD jangan diembel-embeli kepentingan politik praktis. APBN dan APBD adalah uang rakyat, bukan uang pribadi kepala daerah. Jadi sebaiknya benar-benar dibedakan dan ditandai, mana bantuan sosial yang bersumber dari dana pribadi dan dari APBN dan APBD. ***

Leave a Reply