Di tengah pandemi Covid-19, jemaat salah satu gereja di Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut, mulai melakukan ibadah minggu bersama di gedung gereja.
Di tengah pandemi Covid-19, jemaat salah satu gereja di Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut, mulai melakukan ibadah minggu bersama di gedung gereja.

Ada Jemaat Mulai Beribadah di Gereja

BACA JUGA: Sulut Tidak Mengusulkan PSBB

Pantauan pada Minggu 10 Mei 2020, proses ibadah di gedung gereja nampak tidak mengkuatirkan. Sebab, semua jemaat, kecuali khadim menggunakan masker.

“Aman karena tempat duduk dalam gereja berjarak minimal satu meter. Selama ibadah, jemaat sangat disiplin menjaga jarak. Ibadah mulai jam delapan sampai sembilan pagi. Begitu terima berkat, kita langsung pulang,” kata salah satu anggota jemaat perempuan berinisial D.

Hal senada diungkapkan warga gereja lainnya.

“Kami mendorong pimpinan gereja supaya hari minggu depan sudah bisa dilakukan ibadah bersama di gedung gereja. Kenapa ratusan orang oleh bergerombol dan beraktivitas di pasar selama berjam-jam, tapi berkumpul di gereja selama satu jam dibilang bahaya,” ujar Feki Kesek, warga Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) di Tanawangko (Tombariri).

“Jemaat kami belum beribadah di gereja karena sekarang masih ibadah kelompok di rumah-rumah,” tambahnya.

Hampir senada dengan Feki, Narsius Moningkey mengatakan, pasar adalah jantung ekonomi dan kebutuhan jasmani. Sementara rumah gereja adalah tempat manusia untuk menyembah dan memuliakan Tuhan.

“Apakah Virus Corona tidak menular di pasar, tapi menular di gedung gereja? Mengapa gereja ditutup, tapi pasar dibuka?” ujarnya. | JOPPY  JW

Leave a Reply