Handry Pasandaran, Direktur RSUD Liunkendage.
Handry Pasandaran, Direktur RSUD Liunkendage.

Dokter Handry: Ada Pasien yang Tidak Jujur

SANGIHE, publikreport.com – Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna, dr (dokter) Handry Pasandaran mengakui, salah satu dari dua orang tersebut, yakni yang berjenis kelamin laki-laki, pernah dirawat di RSUD Liun Kendage, sebagai pasien biasa. Dan diduga yang bersangkutan tidak jujur tentang perjalanan ke zona merah Covid-19.

“Kami sedikit kecewa, karena salah seorang tidak jujur sejak awal, sehingga yang bersangkutan kami rawat seperti pasien biasa. Belakangan terungkap dirinya pernah melakukan perjalanan ke zona merah, sehingga saat menjalani rapid test hasilnya reaktif,” ungkap Handry, Kamis 14 Mei 2020.

Berkaca dari kejadian ini, Handry meminta masyarakat Sangihe, terutama yang akan berobat atau memeriksakan diri harus jujur tentang riwayat perjalanan, supaya lebih mudah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: Hasil Rapid Test, 2 Orang di Sangihe Reaktif

“Pasien yang berobat harus jujur menceritakan riwayat perjalanannya. Dengan begitu ia turut menyelamatkan semua dari Covid-19, termasuk tenaga medis, keluarga dan masyarakat sekitar. Tetapi kalau tidak jujur dan ternyata swab test nantinya positif, tentunya orang-orang yang sudah kontak dengan yang bersangkutan terutama tenaga kesehatan akan lebih dulu terkena imbas,” terangnya.

Seharusnya saat seseorang mengalami gejala demam, batuk dan flu tanpa ada riwayat perjalanan dari zona merah tidak perlu khawatir. Sebaliknya, Handry mengatakan, jika memiliki riwayat perjalanan dari zona merah dimohon supaya jujur.

“Kejujuran Anda akan menyelamatkan banya orang,” tegas Handry, seraya menambahkan, pihaknya akan tetap melayani seperti biasanya karena Sangihe bukan daerah transmisi lokal Covid-19. | VEBE

Leave a Reply