Festival Meriam Karbit di sepanjang Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Festival Meriam Karbit di sepanjang Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Festival Meriam Karbit di Pontianak

Pada awalnya, penyulutan mariam dilakukan pada satu minggu menjelang lebaran. Namun dengan adanya peraturan daerah (perda) meriam baru dapat dibunyikan pada tiga hari sebelum dan tiga hari sesudah Idul Fitri. Sekitar 250 meriam yang tersebar disepanjang Sungai Kapuas saling bersaut dentuman. Tidak mau kalah dengan suara dentuman Meriam Karbit, Kemeriahan malam Idulfitri juga dilengkapi dengan pertunjukan dari kapal tongkang yang menampilkan beragam kesenian khas Kota Pontianak.

Pada tahun 2010 lalu, tradisi Meriam Karbit Pontianak telah mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tahun 2007 sebagai parade Meriam Karbit terbanyak dan menjadi satu satunya yang ada di dunia. Kala itu terdapat 150 Meriam dengan 31 kelompok yang diikut sertakan.

Tradisi Meriam Karbit tidak lepas dari asal-usul cerita, dimana pada abad ke-18 seorang bangsawan Arab bernama Syarif Abdurrahman Alkadrie datang dan memiliki misi menyiarkan Islam. Dalam perjalanannya menyusuri Sungai Kapuas, ia menemukan daratan dipinggir sungai yang disebut masyarakat Pontianak adalah beting. Syarief Abdurrahman kemudian menembakan meriam kearah beting untuk mengetahui apa ada penghuni disana dan ternyata tidak ada seorang pun yang menjawab. Sampai pada akhirnya Syarief mendirikan sebuah masjid yang dinamanakan Masjid Jami. Selanjutnya Syarief membangun kesultanan kadriah yang menjadi cikal bakal Kota Pontianak, dan merupakan sultan pertama di Kota Pontianak.

Namun ada versi lain yang menjadi legenda. Konon Kesultanan Kadriah di Pontianak yang berdiri pada tahun 1771-1808 membunyikan meriam untuk mengusir hantu, khususnya kuntilanak yang ada di Kota Pontianak. Karena pada waktu itu, raja pertama Pontianak yang bernama Syarif Abdurrahman Alkadrie ketika membuka lahan untuk bertempat tinggal di Pontianak sempat diganggu oleh hantu-hantu. Kemudian Sultan memerintahkan pasukannya untuk mengusir hantu itu dengan meriam. Pontianak menurut cerita adalah sebuah kota yang memiliki hantu kuntilanak. Karena pada dasarnya Pontianak berasal dari kata bunting dan anak.

Leave a Reply