Lelaki berinisial REK (57), warga Tangerang, Provinsi Banten, Jumat 22 Mei 2020, malam, sekitar pukul 22.00 WITA, ditangkap Timsus Maleo Polda Sulut. REK merupakan tersangka kasus penggelapan mobil.
Lelaki berinisial REK (57), warga Tangerang, Provinsi Banten, Jumat 22 Mei 2020, malam, sekitar pukul 22.00 WITA, ditangkap Timsus Maleo Polda Sulut. REK merupakan tersangka kasus penggelapan mobil.

Warga Tangerang Ini Ditangkap Tim Maleo

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Tim Khusus (Timsus) Maleo Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), Jumat 22 Mei 2020, malam, sekitar pukul 22.00 WITA, mengamankan lelaki berinisial REK (57), warga Tangerang, Provinsi Banten. REK ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/34/V/2020/Sulut/Resmin/Polsek Rural Langowan. Dalam laporan itu, REK disebutkan telah melakukan penggelepan mobil jenis Daihatsu Terios warna putih nomor polisi DB 1271 BQ, atas nama Martineke Marla Kaligis.

“Kejadian berawal ketika REK meminjam mobil milik korban dengan alasan untuk mengambil uang di bank. Namun, setelah ditunggu selama 30 menit, tersangka tidak pernah kembali dan sudah tidak bisa dihubungi lagi,” kata Wakil Kepala (Waka) Timsus Maleo, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Frelly Sumampouw.

Tak lama setelah kejadian korban melapor ke polisi, juga memposting informasi ke media sosial (medsos) facebook ‘Maleo Team Polda’.

Timsus Maleo kemudian melakukan penyelidikan dan memperoleh informasi keberadaan tersangka di salah satu hotel di wilayah Paniki, Kota Manado. Sebelumnya tersangka bersembunyi di wilayah Tanawangko, Kabupaten Minahasa. Tim dipimpin Ipda (Inspektur Dua) Fadhly bergegas menuju persembunyian terakhir tersangka, dan berhasil mengamankan tersangka beserta sejumlah barang bukti hasil penggelapan.

Barang bukti yang diamankan, antaranya satu unit laptop dan tiga unit handphone (Hp). Sedangkan barang bukti mobil Terios, telah diamankan beberapa jam sebelumnya oleh Timsus Maleo dipimpin Waka Timsus, AKP Frelly Sumampouw.

“Dalam melancarkan aksinya, tersangka mendatangi rumah korban lalu berpura-pura mengajak berbisnis. Dalam kasus ini tersangka mengaku akan membeli tanah yang akan dijual korban. Setelah korban percaya, tersangka meminjam mobil dengan alasan untuk mengambil uang di bank, lalu mobil dibawa kabur,” ungkap Frelly.

Mobil yang dipinjam, menurut Frelly, oleh tersangka rencananya akan dijual di wilayah Paniki dengan harga Rp50 juta. Namun sebelum mendapatkan pembeli, Tim Maleo berhasil menemukan dan menangkapnya.

Barang bukti laptop dan Hp, Frelly menjelaskan, dipakai tersangka untuk menyasar korban dengan modus serupa.

Tersangka, Frelly melanjutkan, merupakan residivis tindak pidana serupa yang pernah diproses oleh Polresta (Kepolisian Resort Kota) Manado, dengan masa hukuman 1 tahun 4 bulan.

“Tersangka baru bebas pada 08 Mei 2020. Tersangka beserta sejumlah barang bukti telah diamankan, selanjutnya diserahkan ke Polsek (Kepolisian Sektor) Langowan,” tambahnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply