Lelaki berinisial FK alias Fandi (32), warga Lingkungan 8, Kelurahan Talete, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulut, Jumat 29 Mei 2020, sore, sekitar pukul 16.00 WITA, ditangkap tim gabungan yang terdiri dari Timsus Maleo Polda Sulut, Tim Resmob Polres Tomohon dan Tim Resmob Polres Minahasa. Tersangka sempat melakukan perlawanan sehingga anggota polisi kemudian mengambil tindakan tegas terukur.
Lelaki berinisial FK alias Fandi (32), warga Lingkungan 8, Kelurahan Talete, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulut, Jumat 29 Mei 2020, sore, sekitar pukul 16.00 WITA, ditangkap tim gabungan yang terdiri dari Timsus Maleo Polda Sulut, Tim Resmob Polres Tomohon dan Tim Resmob Polres Minahasa. Tersangka sempat melakukan perlawanan sehingga anggota polisi kemudian mengambil tindakan tegas terukur.

Kasus Penikaman di Tondano, FK, Warga Talete Ditangkap Tim Gabungan

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Tim gabungan yang terdiri dari Tim Khusus (Timsus) Maleo Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Tomohon dan Tim Resmob Polres Minahasa, Jumat 29 Mei, sore, sekitar pukul 16.00 WITA, menangkap lelaki berinisial FK alias Fandi (32), warga Lingkungan 8, Kelurahan Talete, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulut. FK ditangkap atas laporan tindak pidana penikaman dengan senjata tajam (sajam) terhadap korban, lelaki Charles Kambey dan perempuan Kezia Pratasik. Dua tikaman mengenai Charles di dada. Sedangkan Kezia, luka tusuk di paha.

Tindak pidana ini terjadi di Jalan Katinggolan-Lininggaan, Kelurahan Katinggggolan, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sabtu 23 Mei 2020.

“FK ditangkap di tempat persembunyiannya di rumah temannya yang berada di Kelurahan Matani 1, Kecamatan Tomohon Tengah,” jelas Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Tomohon, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Andrie Mamahit.

Setelah penangkapan, tim kemudian melakukan pengembangan guna mencari barang bukti.

“Dalam pengembangan ini, FK kemudian melakukan perlawanan dengan mencoba memukul anggota dengan tujuan untuk melarikan diri. Anggota kemudian mengambil tindakan tegas terukur terhadapnya,” ungkap Andrie.

Barang bukti berupa sebilah pisau besi putih dengan panjang 45 cm (centimeter) berhasil didapatkan dan tim gabungan kemudianmembawa tersangka ke penyidik Mapolres Minahasa.

Penikaman ini, Andrie menceritakan bermula saat tersangka bersama, OM alias Omi, pada Sabtu 23 Mei 2020, malam, sekitar jam 01.00 WITA, menuju rumah temannya, lelaki MT alias Maykel yang sedang melaksankaan pesta ulang tahun di Katinggolan.

“Pesta miras (minuman keras), lalu terjadilah ketersinggungan antara tersangka dan korban Charles. Tersangka marah karena korban menatapnya dann memperlihatkan sajam pisau. Sekitar jam 05.00 WITA, subuh, dalam keadaan mabuk miras, tersangka membuat keributan dan mencabut pisau yang terselip dipinggangnya dan menikam secara membabi buta. Akhirnya dua orang mengalami luka tusuk. Tersangka kemudian melarikan diri,” bebernya.

Kepada polisi, Andrie mengungkapkan, tersangka mengaku sejam yang digunakannya adalah miliknya dan sering dibawa kemana-mana jika keluar rumah. | RIO YANTO

Leave a Reply