Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut), Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey, Kamis 30 April 2020, meninjau kesiapan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado.
Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut), Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey, Kamis 30 April 2020, meninjau kesiapan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado.

Sulut Bakal Ketambahan Laboratorium PCR

MANADO, publikreport.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, Senin 01 Juni 2020, melakukan video conference dengan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof Dr Ellen Kumaat. Keduanya membahas penanganan pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019).

“Kita diskusi dan menurut ibu Rektor, ternyata fasilitas di Unsrat dapat ditingkatkan untuk membantu pemeriksaan sampel Covid-19. Tinggal kita dorong sedikit, bisa kita manfaatkan. Saya sangat berterima kasih atas support dari Unsrat,” jelas Olly.

Hal ini, menurut Olly, kemudian dibicarakannya dengan jajaran yang ada di Provinsi Sulut.

“Kita dorong dan bantu agar supaya Laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction) di Sulut bisa bertambah, sehingga kita bisa mempercepat mendeteksi dan bisa mengisolasi gejala-gejala yang ada pada masyarakat,” ungkapnya.

Hingga hari ini (Senin 01 Juni 2020), Olly mengungkapkan, di Sulut baru ada dua Laboratorium PCR. Satu di RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat) Prof Kandou Malalayang, Manado dan satu di balai pusat.

“Ternyata hambatan, karena balai pusat juga harus menjadi wilayah regional yang mencakup wilayah timur, Maluku Utara dan sekitarnya. Sehingga hasil PCR-nya menumpuk. Padahal sehari bisa menyelesaikan sekitar 80-90 sampel,” jelasnya.

Begitu juga, Olly melanjutkan, difasilitas di RSUP Kandou masih sangat terbatas, sehingga belum maksimal. Upaya lain penanganan Covid-19 di Sulut, Olly menerangkan, adalah mengoptimalkan keberadaan rumah sakit yang ada di kabupaten dan kota se-Sulut.

“Kita harus siap betul, makanya kita anjurkan di Provinsi Sulut, rumah sakit daerahnya akan ditingkatkan menjadi rumah sakit Covid-19. Pasien umum kita arahkan ke rumah sakit swasta lain. Rumah sakit pemerintah kita buat khusus penanganan Covid-19. Sekarang ini yang ada di Noongan, di Bitung, sehingga kapasitas untuk pelayanan Covid-19 bagi masyarakat ini bisa terpenuhi. Kita juga sudah mengajak beberapa rumah sakit swasta dan mereka juga mau. Misalnya rumah sakit yang akan kita buka dalam minggu-minggu ini di Tateli sudah siap untuk penampungan, ini sama RS Siloam. Baru empat ini yang confirm untuk penanganan Covid. Hal-hal inilah yang mendorong agar supaya laboratorium PCR ini lebih banyak,” paparnya. | VERONICA DSK

Leave a Reply