Salah satu siswa SD yang mengikuti ulangan atau Penilaian Akhir Semester (PAS), Selasa 02 Juni 2020, di rumah.
Salah satu siswa SD yang mengikuti ulangan atau Penilaian Akhir Semester (PAS), Selasa 02 Juni 2020, di rumah.

Ulangan SD yang Kagetkan Orang Tua

PENDIDIKAN

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Penilaian Akhir Semester (PAS) atau lebih dikenal dengan ulangan Sekolah Dasar (SD) di Kota Tomohon mulai dilaksanakan, Selasa 02 Juni 2020. Ulangan yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019), siswa harus mengerjakan soal di rumah masing-masing dengan pengawasan guru. Sejumlah orang tua siswa mengaku kaget, karena kegiatan ulangan baru diketahui pagi hari.

“Saya baru tahu kalau sekarang anak-anak ada ulangan. Kita orang tua dan anak-anak sama sekali tidak ada pemberitahuan dari pihak sekolah,” ungkap Yelly Ruru, salah satu orang tua murid SD Inpres (Instruksi Presiden) Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon.

Hal senada dikemukakan, Debby Liuw, orang tua murid SD GMIM (Gereja Masehi Injili di Minahasa) 163 Tomohon.

“Nanti tahu dari teman-teman orang tua murid lain kalau hari ini anak-anak mulai ulangan. Jelas anak-anak tidak siap, apalagi sudah lama tidak bersekolah. Harusnya guru-guru beri tahu,” katanya.

“Sepertinya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tomohon tidak siap menghadapi Covid-19 sehingga pelaksanaan ulangan seperti ini,” tambah Johnson Paat.

Kepala SD GMIM 136 Tomohon, Johana Pondaag SPd (Sarjana Pendidikan) menjelaskan, pemberitahuan jadual ulangan kepada orang tua murid telah ditugaskan kepada guru-guru wali kelas. Itu disepakati pada minggu lalu.

“Jadual ini juga sudah disesuaikan dengan kalender sekolah yang menetapkan tanggal 02 Juni 2020 harus dilaksanakan Semester Genap Tingkat SD,” jelasnya.

Mengenai mekanisme pelaksanaan ulangan, Johana mengatakan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sepenuhnya menyerahkan kepada sekolah.

“Materi ujian diserahkan pada pihak sekolah untuk disesuaikan. Soal dikerjakan oleh siswa dirumah masing-masing dengan pengawasan guru,” ungkapnya.

Salah satu guru kelas, Yohana Manopo SPd menerangkan, tentang penyebab keterlambatan informasi pada orang tua murid.

“Kita tidak ada nomor handphone (Hp) orang tua. Sekarang kita dilarang untuk banyak keluar dan juga kebetulan saya sakit. Jadi mohon maaf,” katanya.

Ulangan tulisan ini, Yohana menjelaskan, akan dikonversi dengan tugas-tugas sekolah yang diberikan guru kepada siswa.

“Tapi penilain bukan cuma dari ulangan tulisan, tapi diambil dari hasil-hasil tugas sekolah kepada siswa sebelumnya,” tambahnya. | JOPPY JW

Leave a Reply