Pemuda berinisial MLTP alias Marcelino (24), warga Kelurahan Tinoor, DPO Polsek Tomohon Utara, berhasil ditangkap Tim Resmob Polres Tomohon di Kelurahan Taratara 1, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulut, Kamis 18 Juni 2020.
Pemuda berinisial MLTP alias Marcelino (24), warga Kelurahan Tinoor, DPO Polsek Tomohon Utara, berhasil ditangkap Tim Resmob Polres Tomohon di Kelurahan Taratara 1, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulut, Kamis 18 Juni 2020.

DPO Kasus Penikaman di Tinoor Dibekuk Tim Buser

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Pemuda berinisial MLTP alias Marcelino (24), warga Lingkungan 5, Kelurahan Tinoor 2, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis 18 Juni 2020, ditangkap Tim Buser (Buru Sergap) Reserse Mobil (Resmob) Kepolisian Resort) Polres Tomohon. Marcelino dibekuk atas kasus dugaan tindak pidana penikaman dengan senjata tajam (sajam) terhadap lelaki Rolando Wongkar (30), warga Lingkungan 3, Kelurahan Tinoor 1, pada Sabtu 14 September 2019 di depan Kantor Kelurahan Tinoor 1. Marcelino telah ditetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Tomohon Utara.

Ditangkap di Kelurahan Taratara 1, Kecamatan Tomohon Barat,” kata salah satu personil Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Johny Rumagit.

Dalam pencarian terhadap Marcelino, Tim Resmob melakukan pengembangan tentang keberadaannya. Pada Mei 2020, Tim Resmob mendapat informasi yang bersangkutan berada di Tinoor dan menuju kesana. Tetapi keberadaan polisi diketahui yang bersangkutan, lalu melarikan diri.

Awal Juni 2020, Tim Resmob ‘mencium’ yang bersangkutan berada di rumah pacarnya di Kelurahan Kakaskasen 2, Kecamatan Tomohon Utara. Dilakukan penggerebekan, namun kembali yang bersangkutan berhasil melarikan diri.

Kamis, 18 Juni 2020, Tim Resmob mendapat informasi yang bersangkutan berada di rumah neneknya dibilangan Kelurahan Taratara 1.

Tim menuju kesana dan berhasil membekuknya. Saat diamankan, Marcelino tidak melakukan perlawanan. Saat ini telah diamankan di Mapolsek Tomohon Utara,” jelas Johny, seraya mengatakan dari pengakuan Marcelino, barang bukti pisau sudah hilang.

Kasus tindak pidana penikaman ini terjadi, menurut Johny, berawal saat keduanya berpapasan di Jalan Tinoor-Warembungan. Saat itu Marcelino disinyalir bertanya kepada korban, mengapa menghinanya. Pertanyaan tidak ditanggapi korban, dan diduga Marcelino marah dan diduga langsung menikam korban sebanyak empat kali di perut.

Setelah melakukan penikaman, yang bersangkutan selalu berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari petugas khususnya Polri. Yang bersangkutan merupakan resedivis kasus sajam,” jelasnya. | RIO YANTO

Leave a Reply