Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey didampingi Kepala Dinas Perkebunan, Refly Ngantung, Senin 22 Juni 2020, melalui video conference, membahas pengembangan kelapa di Sulut bersama Kepala Balit Palma Kementan, Ismail Maskromo juga dihadiri perwakilan Unsrat Mando, Deddy Tooy dan Direktur Eksekutif ICC, Jelfina Allouw.
Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey didampingi Kepala Dinas Perkebunan, Refly Ngantung, Senin 22 Juni 2020, melalui video conference, membahas pengembangan kelapa di Sulut bersama Kepala Balit Palma Kementan, Ismail Maskromo juga dihadiri perwakilan Unsrat Mando, Deddy Tooy dan Direktur Eksekutif ICC, Jelfina Allouw.

Bagaimana Menjadikan Kelapa Kembali Primadona di Sulut

MANADO, publikreport.com – “Kalau dulu sekali naik -pohon kelapa- tiga oki dapat tiga puluh butir. Sekarang sekali tinggal satu setengah oki. Jadi biaya panjat pohon, sudah tidak bisa menutupi biaya produksi”

Hal ini dikatakan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey yang didampingi Kepala Dinas Perkebunan, Refly Ngantung saat video conference dengan Kepala Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) Kementerian Pertanian (Kementan), Ismail Maskromo, Senin 22 Juni 2020. Dalam video conference yang juga diikuti perwakilan dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Deddy Tooy dan Direktur Eksekutif International Coconut Community (ICC), Jelfina Allouw, mereka membahas tentang pengembangan kelapa di Sulut.

Salah cara untuk meningkatkan perekonomian petani kelapa, Olly mengatakan, adalah peremajaan kelapa melalui penanaman bibit kelapa unggul yang mampu berbuah besar.

Tentunya kita harus lakukan perbaikan untuk tanaman kelapa,” ujarnya.

Jika program pengembangan bibit kelapa unggul tuntas, Olly mengaku, tanaman kelapa akan kembali menjadi primadona di Sulut.

Kalau ini bisa tuntas, saya kira kelapa menjadi primadona lagi di Sulut. Balit Palma sudah punya bibit-bibit unggul yang bisa kita kembangkan. Cara pembibitannya yang harus kita dorong,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Sulut, menurut Olly, berupaya menyediakan ratusan hektar lahan untuk mendukung penuh pengembangan tanaman kelapa.

Leave a Reply