Pemuda berinisial BS alias Bil (20), warga Desa Ranomerut, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut, setelah diamankan di Polsek Eris atas kasus dugaan penikaman terhadap Raivel Rorintulus (28), tetangganya, Senin 22 Juni 2020.
Pemuda berinisial BS alias Bil (20), warga Desa Ranomerut, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut, setelah diamankan di Polsek Eris atas kasus dugaan penikaman terhadap Raivel Rorintulus (28), tetangganya, Senin 22 Juni 2020.

Bil Tikam Tetangganya

KRIMINALITAS

MINAHASA, publikreport.com – Pemuda berinisial BS alias Bil (20), warga Desa Ranomerut, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin 22 Juni 2020, diamankan personil Kepolisian Sektor (Polsek) Eris. Bil ditangkap karena diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan dengan senjata tajam (tajam) jenis pisau terhadap lelaki Raivel Rorintulus (28), tetangganya.

Raivel mengalami luka tusuk dibagian punggung sebelah kanan,” jelas Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ferdy Pelengkahu.

Informasi yang diperoleh kepolisian, Ferdy mengatakan, peristiwa berawal dari dugaan ejekan korban terhadap orang tua Bil dengan kata-kata yang menyinggung perasaan. Mendengar kalimat seperti itu, kemudian Bil menegur korban. Teguran disinyalir tidak diterima, sehingga sekitar jam 01.00 WITA, dini hari, korban mendatangi rumah Bil dan memanggil-manggil diduga disertai kata ancaman membunuh.

Mendengar kata-kata itu, Bil keluar rumah melalui pintu belakang dengan membawa pisau. Korban ditemuinya di jalan dan langsung menikam sebanyak satu kali ke bagian punggung sebelah kanan. Usai melakukan aksinya, tersangka langsung meninggalkan korban. Sementara korban yang sudah mengalami luka tusuk meminta pertolongan dan melaporkan kejadian itu kepada polisi.

“Pelaku sudah diamankan di Polsek Eris untuk proses selanjutnya,” kata Ferdy.

Sedangkan korban, Ferdy menambahkan, masih di rumahnya dan menolak dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sam Ratulangi Tondano, untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban menolak dibawa ke rumah sakit, dengan alasan takut Virus Corona,” tambahnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply