Tim Resmob, URC Totosik dan Satuan Binmas Polres Tomohon, Selasa 30 Juni 2020, mengamankan lima pekerja asal Provinsi Gorontalo yang diduga terlibat tindak pidana penganiayaan terhadap tiga pekerja asal Provinsi Jawa Timur. Pekerja/tukang asal Gorontalo dan Jawa Timur ini sama-sama merupakan buruh bangunan yang sedang membangun kantor dan gudang yang ada di jalan lingkar timur, Kelurahan Paslaten 2, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Provinsi Sulut.
Tim Resmob, URC Totosik dan Satuan Binmas Polres Tomohon, Selasa 30 Juni 2020, mengamankan lima pekerja asal Provinsi Gorontalo yang diduga terlibat tindak pidana penganiayaan terhadap tiga pekerja asal Provinsi Jawa Timur. Pekerja/tukang asal Gorontalo dan Jawa Timur ini sama-sama merupakan buruh bangunan yang sedang membangun kantor dan gudang yang ada di jalan lingkar timur, Kelurahan Paslaten 2, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Provinsi Sulut.

Pekerja Asal Blitar Dikeroyok Pekerja Asal Gorontalo di Tomohon

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Lima pekerja/tukang asal Provinsi Gorontalo, masing-masing lelaki berinisial RS alias Renaldy (24) dan YD alias Yayan (24), keduanya warga Desa Sequan, Kecamatan Paguat serta IA alias Ishak (23), TM alias Tommy (21) dan IM alias Ismet (20), ketiganya warga Desa Sipapan, Kecamatan Marisa, Selasa 30 Juni 2020, sekitar jam 11.30 WITA, diamankan Tim Reserse Mobile (Resmob), Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik dan Satuan Binmas (Bimbingan Masyarakat) Kepolisian Resort (Polres) Tomohon.

Kelima lelaki ini diamankan, karena diduga terlibat tindak pidana pengeroyokan terhadap tiga lelaki asal Dusun Soekorno, Desa Sukasewu, Kecamatan Gandosari, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur (Jatim). Ketiga lelaki tersebut, masing-masing Agus Anggara (22), Mujahidin (34) dan Ryan (26).

Kesemuanya berprofesi tukang yang bekerja di kantor/gudang yang ada di jalan lingkar timur, Kelurahan Paslaten 2, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Korban dan pelaku adalah buruh bangunan yang bekerja membangun kantor dan gudang di Paslaten Dua,” jelas salah satu personil Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Tomohon, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Johny Rumagit.

Tindak pidana pengeroyokan, menurut Johny, terjadi pada Minggu 28 Juni 2020, sekitar jam 03.00 WITA, namun dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tomohon Tengah pada Selasa 30 Juni 2020, jam 10.00 WITA.

Sebelum kejadian, disinyalir antara Muhajidin, pria asal Dusun Soekorno, Desa Sukasewu terlibat pesta miras (minuman keras) bersama kelima lelaki asal Gorontalo. Saat sudah mabuk Mujahidin diduga mengambil botol dan memecahkannya di kepalanya, sehingga kelima lelaki itu tersinggung dan langsung menganiayanya,” ungkap Johny.

Rekan sekampung Mujahidin, Agus Anggara yang sedang tidur terbangun karena mendengar suara ribut. Agus berusaha melerai, namun pada akhirnya dirinya turut dianiaya. Rekan sekampung Mujahidin dan Agus, Ryan yang juga sementara tidur di mess dekat TKP (Tempat Kejadian Perkara) juga pada akhirnya terbangun karena mendengar suara ribut dan minta tolong. Dirinya keluar dan dilihatnya rekannya Mujahidin dan Agus sementara dikeroyok. Ryan bermaksud melerai, namun justru dianiaya.

Akibatnya Agus mengalami luka lebam di mata sebelah kiri, pipi dan telinga bengkak. Sedangkan Ryan mengalami bibir lebam dan pecah serta wajah terasa sakit. Sementara kelima pelaku sudah diamankan di Mapolsek Tomohon Tengah,” tambah Johnny. | RIO YANTO

Leave a Reply