Setelah berhasil mengamankan lelaki berinisial FT alias Fernando (23), warga Lingkungan 2, Kelurahan Talete 1, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulut, Tim URC Totosik kemudian menyerahkannya ke Mapolres Tomohon beserta dengan barang bukti, Selasa 30 Juni 2020, malam. Fernando ditangkap karena diduga telah melakukan tindak pidana penikaman dengan sajam terhadap isterinya, perempuan Meisinta M Mongdong (22), warga Lingkungan 2, Kelurahan Talete 1, serta melukai perempuan Jein Mongdong (44), warga Lingkungan 6, Kelurahan Kakaskasen 1, Kecamatan Tomohon Utara, yang merupakan bibi dari Meisinta.
Setelah berhasil mengamankan lelaki berinisial FT alias Fernando (23), warga Lingkungan 2, Kelurahan Talete 1, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulut, Tim URC Totosik kemudian menyerahkannya ke Mapolres Tomohon beserta dengan barang bukti, Selasa 30 Juni 2020, malam. Fernando ditangkap karena diduga telah melakukan tindak pidana penikaman dengan sajam terhadap isterinya, perempuan Meisinta M Mongdong (22), warga Lingkungan 2, Kelurahan Talete 1, serta melukai perempuan Jein Mongdong (44), warga Lingkungan 6, Kelurahan Kakaskasen 1, Kecamatan Tomohon Utara, yang merupakan bibi dari Meisinta.

Fernando Tikam Isterinya

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, mengamankan lelaki berinisial FT alias Fernando (23), warga Lingkungan 2, Kelurahan Talete 1, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Fernando ditangkap karena diduga telah melakukan tindak pidana penikaman dengan senjata tajam (sajam) terhadap isterinya, perempuan Meisinta M Mongdong (22), warga Lingkungan 2, Kelurahan Talete 1, serta melukai perempuan Jein Mongdong (44), warga Lingkungan 6, Kelurahan Kakaskasen 1, Kecamatan Tomohon Utara, yang merupakan bibi dari Meisinta.

Peristiwa terjadi pada Selasa 30 Juni 2020, sekitar pukul 21.40 WITA, di Lingkungan 6, Kelurahan Kakaskasen 1. Meisinta mengalami dua luka tusuk pada lengan kanan bawah dan satu luka tusuk pada dada sebelah kanan. Sedangkan Jein mengalami dua luka sayatan/robek pada jari telunjuk sebelah kiri,” jelas Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tomohon melalui salah satu personil Hubungan Masyarakat (Humas) Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Johny Rumagit.

Sebelum tindak pidana penikaman terjadi, Johny menceritakan, hari itu, sekitar pukul 19.00 WITA, Fernando diduga melakukan pesta minuman keras (miras) bersama teman-temannya di rumahnya. Sekitar pukul 21.30 WITA, Fernando menelepon isterinya, Meisinta melalui handphone (Hp), namun tidak dihubungi. Meisinta diketahui berada di rumah orang tuanya di Kelurahan Kakaskasen 1.

Fernando marah kepada isterinya karena tidak bisa dihubungi saat ditelpon. Dalam keadaan marah dan dipengaruhi miras, Fernando kemudian menuju ke TKP (Tempat Kejadian Perkara), namun sebelumnya diduga mengambil sebilah pisau badik yang disimpan di rumahnya,” kata Johny.

Saat sepasang suami isteri ini bertemu, terjadilah adu mulut yang dilatarbelakangi telpon yang tidak diangkat. Hingga terjadilah dugaan tindak pidana penikaman.

Saat Meisinta ditikam, datanglah perempuan Jein dengan makdus melerai, namun justru pisau mengenai tangannya,” ungkap Johny.

Setelah melakukan aksinya, Johny mengatakan, pelaku melarikan diri dengan menumpang kendaraan bermotor roda dua temannya yang bertepatan lewat. Pelaku disinyalir ke rumah orang tuanya untuk bersembunyi.

Berselang dua jam setelah Tim Totosik menerima informasi adanya kejadian penikaman, kemudian berhasil mengamankan pelaku di rumahnya di Lingkungan 2, Kelurahan Talete 1. Saat diamankan pelaku yang merupakan residivis kasus sajam tahun 2017,t idak melakukan perlawanan. Saat ini pelaku dan barang bukti (babuk) sudah diamankan di Mapolres Tomohon,” ujar Johny, seraya menambahkan, suami isteri ini telah menjalin rumah tangga selama 7 tahun. | RIO YANTO

Leave a Reply