Ilustrasi. Cengkih.
Ilustrasi. Cengkih.

Covid-19 Akibatkan Petani Cengkih Merugi

MINAHASA, publikreport.com – Pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) ikut membingungkan para petani khususnya pemilik kebun cengkih yang saat ini mulai panen raya di sejumlah wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Cengkih di kebun sudah banyak merah. Ada sekitar 250 pohon yang buahnya lebat. Tapi sampai saat ini cuma dua orang yang memetik. Kita akan rugi banyak sekali,” ungkap John Rambing, warga Desa Kombi, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut, Kamis 16 Juli 2020.

Panen raya tahun ini, John menduga, akan banyak pemilik kebun cengkih yang akan merugi, karena kurangnya tenaga kerja pemetik.

Biasanya pemetik datang dari Tomohon, Sangihe dan daerah lain. Tapi ada aturan karena Virus Corona membuat pemetik tidak ada yang berani datang,” ujarnya.

Hal sama dikatakan Vons Sumampow, warga Desa Rerer 1, Kecamatan Kombi.

Kasihan, cengkih tahun ini lebih banyak yang tidak akan dipetik. Contoh saya. Cengkih sudah banyak yang merah, tapi baru sekitar 15 pohon yang dipetik. Corona bikin kita rugi tahun ini. Tapi apa daya, semua sudah ada yang atur,” ucapnya.

Kalu kamu mau, datang saja ba petik cengkih pakita. Hasil petikan bagi dua saja. Tapi kalau bagimana, ambil saja hasil petikannya. Hehehe…,” selorohnya.

BACA JUGA: Refly: Mengontrol Harga Kopra dan Cengkih Sangat Sulit

Leave a Reply