Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tradisi Pengucapan dan Bahaya Covid-19

MINAHASA, PUBLIKREPORTcom – Wabah Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) masih terus merajalela diseluruh dunia termasuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pandemi ini sepertinya tidak mampu menghentikan tradisi pengucapan syukur di tanah Minahasa.

Diketahui, Minggu 12 Juli 2020, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) telah menggelar perayaan pengucapan syukur. Kemudian, Bupati kabupaten Minahasa, Royke Octavian Roring mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 639/BM-VIai-2020 tertanggal 17 Juli 2020 terkait gelaran pengucapan syukur yang diputuskan dalam rapat bersama antara Pemkab (Pemerintah Kabupaten) dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Minahasa pada 14 Juli 2020.

Pengucapan syukur dilaksanakan tidak serentak dan berlangsung pada akhir Juli dan sepanjang Agustus 2020. Dirangkaikan dengan syukur HUT (Hari Ulang Tahun) ke-75 Kemerdekaan RI (Republik Indonesia), dan tetap memperhatikan zona risiko Covid-19 di masing-masing desa/kelurahan,” jelas Bupati Kabupaten Minahasa, Royke O Roring.

Keputusan ini memicu pro kontra di masyarakat.

Saya orang Minahasa asli yang sangat mendukung tradisi pengucapan syukur. Tapi sekarang ini saya berbalik menjadi orang Minahasa yang sangat menolak pelaksanaan pengucapan syukur ditengah ancaman Virus Corona,” tegas Doddy Rantung, Senin 13 Juli 2020.

Leave a Reply