Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Jules Abraham Abast didampingi Kasubdit Cyber Crime, Kompol Dody Hariansyah dan Katim Maleo, Kompol Prevly pada konferensi pers pengungkapkan sindikat pemalsu data sim card selular, Rabu 22 Juli 2020.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Jules Abraham Abast didampingi Kasubdit Cyber Crime, Kompol Dody Hariansyah dan Katim Maleo, Kompol Prevly pada konferensi pers pengungkapkan sindikat pemalsu data sim card selular, Rabu 22 Juli 2020.

Polda Sulut Bekuk Sindikat Pemalsu Data Sim Card Selular

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Tim Khusus (Timsus) Maleo Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) mengamankan empat orang -tiga lelaki dan seorang perempuan- yang diduga terlibat dalam sindikat pemalsuan data elektronik sim card selular. Mereka masing-masing, lelaki berinisial TAK (48), warga Kota Manado yang merupakan Branch Manager PT MDM yang berperan sebagai pemilik/distributor sim card selular, lelaki VRM (24), warga Manado yang berperan sebagai operator yang merubah/meregister sim card, lelaki FER (33), warga Tomohon yang juga berperan sebagai operator yang merubah/meregister sim card dan seorang perempuan berinisial AMP, warga Kotamobagu yang memilik peran yang sama sebagai operator micro cluster Bolmong (Bolaang Mongondow) Raya.

Pengungkapkan kasus tersebut, menurut Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulut, Komisaris Besar (Kombes) Jules Abraham Abast, merupakan yang ketiga di Indonesia dan pertama kali di Sulut. Sebelumnya kasus serupa diungkap oleh Polda Jatim (Jawa Timur) dan Polda Kaltim (Kalimantan Timur).

Pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi: LP/303/VII/2020/SULUT/SPKT, tanggal 19 Juli 2020. Tempat kejadian perkara di Manado, Tomohon dan Kotamobagu,” kata Jules pada konferensi pers di Mapolda Sulut, Rabu 22 Juli 2020.

Modus operandi yang dilakukan adalah, Jules menjelaskan, tersangka TAK sebagai Branch Manager PT MDM, mendistribusikan semua sim card selular tersebut ketiga pelaku yang berperan sebagai operator. Selanjutnya lelaki VRM mencari dan mengumpulkan data-data KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga) melalui internet dan mengunduh data-data tersebut dan diserahkan kepada tersangka TAK untuk kemudian dibagikan juga ke operator lainnya sebagai administrasi kelengkapan data untuk meregistrasi sim card selular dimaksud dengan menggunakan alat yang sudah disiapkan para pelaku.

Setelah sim card selular yang sudah berhasil diaktivasi oleh masing-masing operator, sim card tersebut semuanya diserahkan kembali ke tersangka TAK untuk selanjutnya akan didistribusikan ke sales-sales untuk dijual kepada masyarakat,” jelas Jules yang didampingi Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Cyber Crime, Komisaris Polisi (Kompol) Dody Hariansyah dan Kepala Tim (Katim) Maleo, Kompol Prevly.

Praktek pemalsuan data elektronik ini terungkap, Jules mengatakan, karena dimana banyak sekali pengguna telepon genggam yang pemilik nomor tersebut tidak sesuai dengan data yang terdaftar dalam register. Atas dasar kemudian Timsus Maleo melakukan penyelidikan, sehingga memperoleh informasi adanya dugaan kegiatan pemalsuan data elektronik tersebut yang lokasinya disinyalir berada di Perumahan GPI Mapanget Manado.

Lokasinya sangat tertutup dan dibuat sedemikian rupa sehingga tidak ada yang mencurigai kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Leave a Reply