Membawa aspirasi warga terkait penamaan Jalan Tol Manado-Bitung, sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Minut, Kamis 23 Juli 2020, menyalurkan aspirasi kepada wakil rakyat di gedung Tumatenden.
Membawa aspirasi warga terkait penamaan Jalan Tol Manado-Bitung, sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Minut, Kamis 23 Juli 2020, menyalurkan aspirasi kepada wakil rakyat di gedung Tumatenden.

Penamaan Jalan Tol Diminta Harus Utamakan Identitas Tonsea

MINUT, PUBLIKREPORTcom – Sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Kamis 23 Juli 2020, menyalurkan aspirasi kepada wakil rakyat di gedung Tumatenden. Aspirasi ini terkait penamaan Jalan Tol Manado-Bitung. Mereka meminta penamaan Jalan Tol Manado-Bitung mengutamakan identitas Tonsea.

Di depan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minut, tokoh masyarakat, antaranya William Luntungan, Piet Luntungan, Lidya Katuuk, Selfran Wungow dan beberapa perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) menyampaikan aspirasi mewakili warga Tonsa.

Ada beberapa nama jalan tol yang siap diusulkan oleh masyarakat Minut, antaranya Tou Tonsea dan AA Maramis. Nama tersebut sudah sesuai dengan identitas tanah Tonsea, mengingat sebagian besar Jalan Tol Manado-Bitung melewati Kabupaten Minut. Maka dari itu, penamaan harus ada sinergitas antara Pemprov (Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut (Sulawesi Utara), Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Minut dan masyarakat tanah Tonsea,” kata William Luntungan yang juga merupakan Ketua LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Gerakan Bela Rakyat (GEBRAK).

Sesuai pernyataan pak Edwin Nelwan, William mengatakan, sinergitas ini penting. Dan mereka dari DPRD Kabupaten Minut siap menyuarakan hal tersebut ke Gubernur Provinsi Sulut dan Bupati Kabupaten Minut.

Bendungan Kuwil Ditargetkan Selesai 2021

Penamaan Jalan Tol Manado-Bitung, Piet Luntungan menegaskan, harus mengutamakan nama yang berkaitan dengan suku, etnis dan identitas Tonsea.

“Hampir 100 persen lahan jalan tol berada di tanah adat etnis Tonsea. Kalau pakai nama Jalan Tol Manado-Bitung, itu jadi pelecehan terhadap leluhur warga Tonsea dan pasti akan ada penolakan dari masyarakat Minut,” tegasnya.

Leave a Reply