Perbesaran zooplankton. Salah satu kegunaan zooplankton adalah sebagai sebagai pakan ikan alami. (Foto: DJPB KKP)
Perbesaran zooplankton. Salah satu kegunaan zooplankton adalah sebagai sebagai pakan ikan alami. (Foto: DJPB KKP)

Zooplankton, Sumber Makanan Larva Ikan dan Udang

Peneliti Balai Riset Ikan Hias Depok KKP Sri Cahyaningsih menambahkan, pengembangan zooplankton untuk kebutuhan pakan alami ikan dan udang akan memerlukan penanganan yang ekstra baik selama prosesnya. Kunci keberhasilan dari pengembangan zooplankton tidak lain adalah biosekuriti.

“Baik itu media kultur dan lingkungan sekitar media kultur,” jelas dia.

Menurut Sri, sekali saja biosekuriti tidak diperhatikan, maka dampaknya akan langsung terlihat dan itu akan merugikan. Tanpa biosekuriti, ukuran zooplankton akan membesar dan sulit untuk dicerna oleh larva ikan yang tidak sesuai dengan bukaan mulutnya, hingga menyebabkan kematian pada larva ikan.

“Maka akan timbul zooplankton lain seperti copepod,” sebut dia.

OIeh karena itu, agar larva ikan bisa sehat, maka harus ada proses peniruan makanan yang ada di alam dan biasa dikonsumsi larva sesuai dengan bukaan mulutnya. Untuk larva ikan dan udang, sumber makanannya dominan berasal dari kelompok karnivora, karena organ pencernaan keduanya masih belum sempurna.

Selain itu, karnivora menjadi sumber makanan larva ikan dan udang, karena keduanya belum lengkap menghasilkan enzim dan akhirnya zooplankton menjadi sumber makanan yang tepat bagi mereka. Saat dimakan, zooplankton akan terurai sendiri (autolysis) dan itu memudahkan bagi sumber pencernaan.

“Kecukupan pakan alami yang diberikan kepada larva ternyata memberikan efek terbaik pada sistem pencernaan hingga pengaruh tersebut dibawa sampai dewasa menjadi ikan yang sehat,” tegas dia.

Sri menuturkan, manajemen pakan yang terbaik memang harus didahului dengan pakan alami, terutama yang berasal dari zooplankton. Jika itu sudah berjalan, maka setelah beberapa hari pemberian pakan bisa dikombinasikan dengan pakan buatan.

“Beberapa spesies yang potensial untuk dikembangkan secara massal dalam skala industri pakan alami adalah Philodina, Hexatra, Brachionus calsiflorus, dan Asplancha,” papar dia.

Sementara, Peneliti dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah Akhmad Firdaus pada kesempatan yang sama mengatakan, pengembangan pakan alami memang memerlukan proses yang teliti dan hati. Salah satunya, dalam pengembangan Artemia yang banyak digunakan untuk budi daya perikanan.

Menurut Akhmad, Artemia adalah hewan air kelompok udang (Crustacea) yang hidup di perairan bersalinitas tinggi (hypersaline water). Hewan tersebut dibutuhkan untuk proses pembenihan ikan dan udang air laut sebagai salah satu sumber pakan hidup. | MONGABAY.co.id

Leave a Reply