Barang bukti yang diamankan polisi setelah menangkap GP alias Opi Badak (31) dan SM alias Pokol (46).
Barang bukti yang diamankan polisi setelah menangkap GP alias Opi Badak (31) dan SM alias Pokol (46).

Sindikat Pencurian Antar Provinsi Dibekuk

MANADO, publikreport.com – Tim Khusus (Timsus) Maleo Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) dibackup Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa 15 September 2020, membekuk GP alias Opi Badak (31), warga Bumi Nyiur, Wanea, Kota Manado. Opi Badak yang diduga salah seorang anggota sindikat pencurian ini ditangkap di Kelurahan Maradekaya, Kota Makassar.

“GP alias Opi Badak merupakan residivis kasus serupa yang setidaknya sudah empat kali menjalani hukuman,” kata Kepala Tim Khusus (Katimsus) Maleo, Komisaris Polisi (Kompol) Elia Maramis.

GP disinyalir sering beraksi bersama SM alias Pokol (46), warga Kelurahan Pakowa, Wanea, Manado yang telah ditangkap sebelumnya pada April 2020 lalu. Sindikat ini menyasar rumah mewah dan pastori gereja di wilayah Sulut, sejak Februari hingga Agustus lalu.

Sesaat usai tertangkap, SM beserta sejumlah barang bukti kemudian diserahkan ke Kepolisian Resort (Polres) Minut (Minahasa Utara). Sedangkan GP berhasil melarikan diri ke Makassar.

Penangkapan tersebut berdasarkan beberapa laporan polisi di Polres Bitung dan Polres Minut terkait aksi pencurian di rumah mewah maupun pastori gereja. Sindikat ini melancarkan aksinya dengan mencongkel pintu atau jendela kemudian menggasak barang-barang berharga.

Barang-barang hasil curian keduanya kemudian diserahkan kepada seseorang berinisial DT, warga Kombos Timur, Singkil, Manado untuk dijual kepada orang lain.

Sejauh ini petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan GP dan SM. Antara lain handphone (Hp), kalung plus liontin, anting, keyboard, play station, televisi (TV), speaker aktif, gitar akustik, dan laptop.

Sedangkan barang bukti hasil pencurian dengan TKP (Tempat Kejadian Perkara) di Makassar, antara lain sepeda lipat, handphone, gunting rambut untuk anjing, vacum cleaner, mesin pijat refleksi kaki, jam tangan, dan raket badminton.

“Para tersangka beserta barang bukti diserahkan ke Polres Bitung. Kasus ini masih dalam pengembangan untuk mencari barang bukti maupun pelaku lainnya,” tambah Kompol Elia.

Leave a Reply