Para terduga pelaku penikaman terhadap korban HM, warga Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Provinsi Sulut telah berhasil diamankan Tim Resmob dan Tim Tarsius Polres Bitung hanya berselang 2 jam setelah peristiwa. Peristiwa penikaman terjadi Sabtu 10 Oktober 2020, sekitar jam 01.30 WITA.
Para terduga pelaku penikaman terhadap korban HM, warga Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Provinsi Sulut telah berhasil diamankan Tim Resmob dan Tim Tarsius Polres Bitung hanya berselang 2 jam setelah peristiwa. Peristiwa penikaman terjadi Sabtu 10 Oktober 2020, sekitar jam 01.30 WITA.

Penikaman di Girian, Polisi Ringkus AM Cs

KRIMINALITAS

BITUNG, publikreport.com – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bitung melalui Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim), Ajun Komisaris Polisi (AKP) Frelly Sumampouw mengungkapkan, para terduga pelaku penikaman terhadap korban HM, warga Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah berhasil diamankan. Peristiwa penikaman ini terjadi pada Sabtu 10 Oktober 2020, sekitar jam 01.30 WITA.

“Mereka yang diamankan masing-masing berinisial AM, YK, LM, JD, JM, CC dan lelaki CH sudah kami amankan di rumah tahanan (rutan) Mapolres Bitung guna penyelidikan lebih lanjut,” kata Frelly.

Mereka, menurut Frelly diamankan Tim Reserse Mobile (Resmob) berkolaborasi dengan Tim Tarsius Polres Bitung.

“Sekitar jam 03.30 WITA, mereka diamankan di dua lokasi berbeda, yakni dibilangan Kelurahan Madidir Ure dan Parigi Dolong, Kecamatan Maesa. Saat diamankan, korban maupun para terduga pelaku sudah mengkonsumsi minuman keras (miras). Para terduga sudah beberapa kali dihukum,” jelasnya.

Saat ini, Frelly mengatakan, masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Bitung. Setelah 24 jam, nanti akan ditetapkan siapa yang patut jadi tersangka sesuai perbuatan.

“Tersangka terjerat pasal 351 (3) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) maksimal 7 tahun hukuman penjara, pasal 338 KUHP dan pasal 170 KUHP maksimal 15 tahun hukuman penjara,” ungkapnya.

Kronologis kejadian, Frelly menceritakan, Sabtu 10 Oktober 2020, sekitar pukul 00.30 WITA, lelaki AM (20) bersama enam temannya sedang berada di Kelurahan Madidir Ure, Kecamatan Madidir, Kota Bitung. Kemudian sekitar jam 01.00 WITA, AM bersama keenam temannya mengantar kedua rekannya, yaitu lelaki alias CC (21) dan lelaki alias JM (20) ke Batuputih dengan menggunakan 3 unit sepeda motor.

Setelah sampai di simpang empat Pinokalan, tepatnya di depan Indomaret, tiba-tiba korban HM diduga melempar tersangka dengan menggunakan balok kayu yang mengenai tangan lelaki IR.

AM melihat korban, telah menahan kedua teman tersangka di sepeda motor dengan menggunakan paving blok. Bersama kedua temannya kemudian balik lagi menuju kepada korban yang menghalang teman mereka. Mereka mendekati HM, lalu AM turun dari sepeda motor dan diduga menikam korban dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis badik. Tikaman ke arah ketiak kiri dan bagian belakang tubuh korban.

“Mengenai motif diduga karena salah paham dan saling memaki, sehingga terjadi perkelahian yang mengakibatkan penikaman,” terang Frelly Sumampouw. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply