Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan (Menkes).
Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan (Menkes).

Budi Diminta Fokus Tangani Covid-19

JAKARTA, publikreport.com – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin diminta Presiden RI (Republik Indonesia) Joko Widodo (Jokowi) untuk fokus menangani pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019).

Usai dilantik, Budi mengatakan, upaya untuk menangani permasalahan Covid-19 dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya. Upaya tersebut dilakukan agar kehidupan masyarakat dapat segera pulih kembali.

“Agar semua murid bisa kembali bersekolah dengan segera, agar semua pengusaha UKM (Usaha Kecil dan Menengah) bisa segera kembali membuka tokonya, agar semua keluarga bisa kembali bersilaturahmi, dan agar seluruh rakyat Indonesia bisa hidup normal kembali,” jelasnya.

Dalam penanganan pandemi tersebut, Budi mengaku tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sangat dibutuhkan dukungan dari semua pihak.

“Kami harus lakukan secara inklusif, bergotong-royong, dan bersama-sama. Kami sangat membutuhkan dukungan dari seluruh komponen bangsa, baik itu asosiasi kedokteran, baik itu pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, dan kotamadya, serta seluruh teman-teman sekalian,” ujarnya.

Ia berharap cara inklusif tersebut dapat segera bisa mengatasi pandemi Covid-19 dan Indonesia bisa segera pulih.

“Mudah-mudahan segera kita bisa mengatasi pandemi Covid-19 ini dan kembali hidup normal untuk Indonesia masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sebelumnya Budi mengatakan, selain fokus menangani Covid-19, Kemenkes juga akan memperkuat sistem pelayanan kesehatan publik Indonesia sehingga siap dan mumpuni dalam menghadapi ancaman virus di masa yang akan datang.

“Kita juga bisa mempersiapkan sistem pelayanan kesehatan publik yang siap, kuat, mumpuni, agar generasi sesudah kita bisa menghadapi SARS COV-3 atau SARS COV-4 yang kita tidak tahu kapan datangnya,” ungkap Budi, Selasa 22 Desember 2020.

Namun, Budi menegaskan, hal itu harus dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya oleh Kemenkes melainkan harus menggerakkan seluruh pihak.

“Kementerian Kesehatan tidak mungkin melakukannya secara eksklusif, kita harus melakukannya secara inklusif. Kami percaya, tidak cukup pemerintah membuat program-program pemerintah sendiri, tapi ini harus merupakan suatu gerakan yang dilakukan bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia,” harapnya.

Dengan kerja sama secara inklusif antara Kemenkes, asosiasi, pemerintah daerah, dan seluruh komponen bangsa, Budi yakin akan terbangun sistem layanan kesehatan publik yang kuat dan mampu mengatasi masalah SARS COV-2.

Leave a Reply