Jumat 03 Januari 2020, dini hari, banjir bandang terjang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terparah terjadi di Kampung Lebo, Kecamatan Manganitu.
Jumat 03 Januari 2020, dini hari, banjir bandang terjang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terparah terjadi di Kampung Lebo, Kecamatan Manganitu.

Awas, Ancaman Bencana di Awal Tahun

Fenomena La Nina yang memicu curah hujan tinggi diperkirakan masih berlanjut pada Januari mendatang. Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa pada Januari ada potensi cuaca ekstrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi, tak jarang disertai dengan petir dan potensi angin kencang. Oleh karena itulah, masyarakat dan pemerintah perlu melakukan berbagai antisipasi terutama mitigasi bencana hidrometeorologi.

Dalam prakiraan yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi BMKG Ahmad Yani Semarang, peluang curah hujan tingkat menengah hingga tinggi pada dasarian I atau 10 hari pertama Januari terjadi di 70% wilayah Jawa Tengah (Jateng). Untuk kriteria menengah berkisar antara 51-150 mm, sedangkan tinggi antara 151-300 mm dalam satu dasarian. Secara spesifik di wilayah Jateng bagian selatan seperti Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan Banjarnegara memiliki potensi curah hujan yang tinggi antara 151-200 mm.

Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan curah hujan yang tinggi di Cilacap hampir merata di seluruh kecamatan, mulai dari ujung barat hingga ujung timur. Demikian juga di Banyumas, hampir seluruh kecamatan juga potensial dengan curah hujan tinggi. Kondisi serupa diperkirakan terjadi di hampir seluruh kecamatan di Banjarnegara. “Sedangkan di Kebumen curah hujan tinggi terjadi di enam kecamatan,” kata Rendi pada Sabtu 02 Januari 2021.

Menurut Rendi, dengan adanya prakiraan tersebut, maka daerah-daerah tersebut harus meningkatkan kewaspadaan. Apalagi pada beberapa bulan terakhir di tahun 2020, sejumlah daerah mengalami bencana banjir dan longsor. “Upaya persiapan dan antisipasi harus dilakukan, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi. Selain itu, tidak jarang terjadi cuaca ekstrem, karena selain curah hujan tinggi juga disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.

Sesuai dengan prakiraan BMKG, curah hujan yang tinggi tersebut juga disebabkan adanya fenomena La Nina yang memicu hujan lebih lebat dari biasanya. Menurut buku yang dikeluarkan Pusat Informasi Perubahan Iklim Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG 2020, La Nina merupakan kejadian anomali iklim global dengan ditandai suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur lebih dingin dari suhu normalnya.

Kondisi itu biasanya diikuti dengan berubahnya pola sirkulasi Walker atau sirkulasi atmosfer arah timur barat yang terjadi di sekitar ekuator, sehingga mempengaruhi pola iklim dan cuaca global. Disebutkan, bahwa kondisi La Nina dapat berulang dalam beberapa tahun sekali dan setiap kejadian bertahan sekitar beberapa bulan hingga dia tahun.

Leave a Reply